KEMANA LAGI KU HARUS BERLARI?
Gelap, gulita, dingin, seonggok tubuh
hampa bergelung di pojok satu kamar, menggigil dan penuh air mata,
hanya kepedihan yang terpancar dari raganya…
‘
perlahan satu tangan mengusap
kepalanya,
"sabar sayang…cup cup
cup….jangan menangis"
satu tangan yang lain menghapus air
matanya,
"cup cup cup, sayang jelek klo
nangis, ayo berenti nangisnya, sayang udah dongs, cup cup cup"
‘
hiks hiks hiks…seonggok tubuh itu
terguncang-guncang karena tangisan, lebih keras, tak bisa dibendung,
"cup cup cup sayang, jangan
menangis, ayo sudah, hapus air matanya…cup cup cup"
‘
seoonggok tubuh itu menggelengkan
kepala, tangisnya makin keras!!!!
‘
Satu tangan tiba-tiba menampar
wajahnya…
"STOP STOP!!! APA SIH YG LO
TANGISI?"
hiks hiks hiks…tangisan mulai
reda…ada nada ketakutan dalam suaranya…
"ELO TUH SDH PERNAH HADAPIN YG
LEBIH DARIPADA INI, LO GAK PANTAS NANGIS-NANGIS KAYAK ANAK KECIL
SEPERTI INI!!!"
satu tangan menampar wajahnya sekali
lagi…
"BERENTI NANGIS! Ambil whudu,
sujudlah!!! Mengadulah padaNYA"
‘
seperti kerbau dicocok hidung,
seonggok tubuh itu bangkit…
———
gw melihat sekeliling, begitu pengap
dan gelap gulita, gw nyalain lampu, dalam sekejap terang benderang,
‘
gw gak nemuin seonggok tubuh yang
terisak itu, gw juga gak nemuin pemilik tangan yg mengelus dan
menampar itu, yang gw temuin hanya wajah sendu, mata yg masih
menyimpan tangis, hidung merah, dan pipi merah bekas tamparan, wajah
itu memandang gw di cermin…gw pandangin kedua tangan gw, sepertinya
tangan inilah yg barusan menampar wajah itu, wajah dan mata itu
sepertinya milik gw juga…!!!
‘
harusnya tak ada lagi masa-masa itu, harusnya hidup tinggal menikmati fajar di ujung horizon…harusnya gw tak lagi berlari, kalaupun sekarang gw masih berlari, gw harus lari kemana lagi? :((
June 20th, 2008 at 2:30 am
ga cape mb lari2 mulu….
sekalian ja ikut marathon 10k