Archive for February, 2008

TRILOGI JAHANAM PART II: GONE WITH THE (BROKEN) WINGS

Saturday, February 23rd, 2008

Pangeran Jahanam…

Aku tak akan pernah kembali ke
pelukan Bidadari”

Ehmmm Bidadari? Luka? Ahhhh dia
benar-benar memusingkan. Membuatku serasa ditikam belati berkali-kali
setiap mengingatnya. Bagaimana tidak? Aku mengenalnya ketika dengan
sengaja orang tua kami mempertemukan kami. Ya aku tahu memang gila,
di zaman maju begini masih saja ada skenario macam Siti Nurbaya. Bah,
kesel jadinya. Tapi tidak begitu ketika aku melihatnya pertama kali.
Dia begitu berbeda dengan cewek-cewek yang ku kenal yang selalu
terpesona melihatku. Dia sombong, dan menunggu untuk ditaklukan.
Ehmmm boleh juga…

Aku memang tidak jatuh cinta ketika
pertama kali melihatnya, tapi aku tahu dia berbeda. Jadilah
kami menandatangi kontrak di bawah tangan tentang perjodohan kami.
Dan seiring berjalannya waktu aku tahu untuk pertama kalinya dia
membuatku jatuh cinta. Bayangannya ada di setiap aktivitasku. Ahhh
membuatku gila saja.

Selayaknya
laki-laki yang sedang jatuh cinta aku melakukan semuanya. Ehmmm
berusaha membahagiakannya. Tapi cintaku bertepuk sebelah tangan. Dia
memang melakukan kewajibannya sebagai kekasih. Dia ada ketika aku
membutuhkannya. Dia menemaniku. Tapi hanya raganya yang bisa kudapat.
Hatinya tidak. Ahhhh apa yang harus ku lakukan? Menyerah? Sepertinya
itu bukan sifat seorang Pangeran. Maka aku menunggunya setiap saat.
Menunggu dia membalas cintaku. Kontrak  itu pun terlupakan.

Tapi
memang menyakitkan, bersama orang yang kita cintai tapi tahu hatinya
tidak untuk kita. Sering ketika ia bersamaku, dia melamun, pikirannya
entah dimana. Tersenyum dengan dunianya sendiri, menangis tanpa aku
tahu apa yang dia tangisi. Sungguh menyiksa. Sampai suatu hari dia
bercerita dia jatuh cinta pada orang lain. Sekali lagi apa yang harus
kulakukan? Memakinya? Menyuruhnya untuk meninggalkannya? Ehmm…tapi
itu tidak kulakukan. Rasa cintaku yang besar membuatku diam saja. Dan
malah menertawakan cintanya yang tak wajar.


Jadilah aku ban serep
untuknya. Dia mulai terbiasa menangis di bahuku, di pelukanku,
mengadukan dia yang membuatnya tergila-gila tapi selalu menyakitinya.
Aku selalu tergoda untuk mendatangi lelaki itu dan membuatnya babak
belur. Tapi itu tidak kulakukan. Aku diam, aku menikmatinya. Ya ya ya
aku tahu ini gila, aku menikmati setiap dia menangis di pelukanku
mengadukan lelaki lain…Arhhhh bidadari itu telah membuatku idiot.
Tapi memang itu lebih baik daripada dia di sampingku, berusaha
menemaniku dan pikirannya menerawang tidak bersamaku. Lebih baik bila
dia menangis dan bercerita. Aku merasa telah menjadi pangerannya yang
selama ini diimpikannya.

Dia
menyakitiku…sangat, dia tak datang ketika aku melamarnya. Dia
meninggalkanku ketika aku bersamanya. Seolah-olah menjadi
kewajibannya lah menemaniku, bukan karena keinginannya. Tapi aku
diam, aku sungguh mencintainya. Tapi bukannya aku pun tanpa cela. Aku
sering memaksanya, tapi aku tahu dia menikmati paksaanku. Dia tahu
aku masih dikelilingi banyak wanita. Aku pernah membuatnya melihatku
bercumbu dengan sahabatnya. Aku tahu dia terluka. Tapi dia tak mau
mengakui kalau dia punya perasaan sepertiku. Jika dia jahanam maka
aku pun jahanam.

Dan
saat itu pun tiba, 1 Januari…setelah pesta ulang tahun yang dia
tidak menghadirinya. Dia ingin merayakannya bersamaku berdua saja.
Jadi aku datang ke tempatnya setelah pesta  bersama teman-temanku.
Dia memberiku 7 sapu tangan merah. Katanya dia membatiknya sendiri
dengan tangan. Ditunjukkannya padaku telapak tangannya yang sedikit
melepuh. Ehmmm mungkin dia berubah.Malam itu aku akan melamarnya lagi
dan meyakinkannya untuk menerimaku.

Tapi
apa yang terjadi malam itu???

Dia
cantik malam itu, sangat cantik, dia duduk di depanku, kemudian dia
pindah ke sebelahku, dia menggenggam tanganku, menciumnya, dan
menikmati setiap inci tanganku.

aku
ingin mengatakan sesuatu, boleh?”dia bertanya.

Ahhhh
ini lah saatnya, saatnya sang bidadari mengungkapkan cintanya.

boleh
sayang” kujawab.

sudah
lebih setahun kan? Ini saatnya mengakhirinya”

apa?
Kenapa?” aku terkejut tak menyangka apa yang dia katakan.

kau
tahu maksudku, tolong bantu yakinkan mereka, kita sudah mencobanya,
tapi tidak berhasil, pliss, ini permintaan terakhirku”

arghhh
jadi itu maksudnya sapu tangan itu, untuk menghapus air
mataku…benar-benar kejam dia…aku tahu dia memilih satrianya…aku
tahu itu!

Aku
pun meninggalkannya dengan sejuta sesak di dada. Aku memohon untuk
membahagiakannya untuk yang terakhir kali, tapi dia tak mau. Dia
membatu, terisak pelan, air mata berleleran di pipinya. Dia menangis
entah untuk apa, entah untuk siapa. Karena aku tak menyakitinya, dia
yang menyakitiku, DIA YANG MENINGGALKANKU.

Setelah
malam itu, aku pun mati…aku kembali menjalani kehidupan hampa.
Tanpa ada penantian akhir pekan aku akan bertemu dengannya. Aku
mungkin masih bisa mengejarnya. Tapi untuk apa? Untuk kembali terluka
bersamanya. Untuk mendengarkan kisah cintanya bersama satria. Maaf
Bidadari, pangeranmu tak sanggup lagi. Dia benar…dia hanya seorang
Bidadari Jahanam. Aku membencinya! Sangat! Tapi aku tak bisa
mengenyahkan dia dari pikiranku. Dia bidadariku. Satu-satunya dan tak
akan pernah tergantikan!

Apa
dia menungguku? Apa dia menungguku untuk kembali? Sayang, aku tak
akan kembali padanya…TAK AKAN PERNAH!

Satria
Jahanam…

Dimana
bidadariku?”

Bidadariku?
Dimana dia? Dimana dia? Dia menghilang..Dia menghilang…

Apa
salahku? Kenapa dia begitu kejam, meninggalkanku tanpa pamit, tanpa
pesan.

Hanya
sebuah pertanyaan…

Kau
sayang Padaku? Karena aku sayang padamu”

dan ku
jawab bahwa aku sangat sayang padanya. Setelah itu dia tak ada…dia
menghilang!

Kemana
aku harus mencarinya?

Dia
bilang hanya aku kini. Dia bilang dia akan memilihku. Dia bilang dia
tak akan meninggalkanku lagi. Tapi dimana dia sekarang?

OK,
aku memang sering menyakitinya, aku tak pernah bisa membahagiakannya.
Aku ingin membahagiakannya sekarang, tapi dia tak memberiku
kesempatan. Dia menghilang!

Mungkinkah
dia tak akan kembali padaku? Apa yang telah kulakukan kali ini
sehingga aku diperlakukan seperti ini? Apa salahku?

Dia
kembali ke pelukan Pangerannya, dia pasti kembali padanya!

Apa
yang harus kulakukan agar dia bisa kembali padaku?

Bagaimana
kulewati malam tanpanya, bagaimana kulewati hari-hari tanpa
ocehannya. Kemana aku harus mengadu ketika aku sedih, ketika aku
sendiri dan butuh teman.

Tolong
jangan siksa aku seperti ini…

Bidadari
kembalilah…

Aku
tahu kini perasaanmu ketika menungguku, aku tahu perasaanmu ketika
kesepian itu mencengkram. Maafkan aku Bidadariku…Maafkan aku!

Kau
tak akan kembali bukan? Kau memilih Pangeranmu? Kau memilih dia yang
lebih segalanya dariku? Kau memilih dia kan?

Kau
bohong padaku ketika kau bilang hanya aku. Kau bohong kan???

Sekali
saja, izinkan aku bertanya, ada apa? Kenapa? Kenapa kau pergi? KENAPA
KAU MENINGGALKANKU?

Apa
kata-kataku siang itu menyakitimu, apa aku berlebihan ketika aku
memintamu percaya padaku?

Bidadariku…Jadi
itu maumu? Hah?

Kau
injak-injak aku, kau maki aku, kau hina aku seperti binatang! Kau
tuduh aku macam-macam, seolah-olah aku penjahat yang menunggu jerat
hukuman. Di lain waktu kau menyanjungku, kau memujaku, kau membuatku
seolah-olah hanya ada aku di kehidupanmu…Kau panggil aku jahanam
ketika aku menduakanmu, menghianatimu. Memangnya apa yang kau lakukan
padaku? Menjadikanku pemuas nafsumu saja? Kau juga sama Jahanamnya
sepertiku…Lebih jahanam daripada aku!

AKU
BENCI PADAMU BIDADARI! Kau telah mempermainkan aku!

Kembali
saja kau ke pelukan dia, ke pelukan Pangeranmu! SEMOGA BAHAGIA
DENGANNYA!

Sungguh
Biadab kamu bidadari, Sungguh Jahanam dirimu!

Tapi
dimana kau Bidadariku?

Bidadari
Jahanam…

Aku
tak bisa menyakitimu lagi”

Aku
mencintainya? Percayakah kalian? Percayakah kalian jika kukatakan aku
mencintainya, tapi kutinggalkan dia.

Sang
Pangeran yang membuatku merasa menjadi bidadari yang tak tercela.
Memujaku seperti Dewi. Aku sayang padanya. Tapi aku tak bisa
bersamanya. Karena hatiku tak pernah ada bersamanya. Aku memang
kejam, biadab, jahanam. Di saat ada orang yang mencintaiku dengan
sepenuh hatinya. Aku memilih orang lain dan jatuh cinta pada orang
lain.

Aku
sering menangis di pelukannya mengadukan dia sang satria yang tak
pernah berhenti menyakitiku, tapi tak bisa juga ku tinggalkan. Aku
tahu hatinya sakit ketika aku marah pada Satria dan bercerita
padanya. Aku tak bisa menyakitinya seperti itu. Aku tak bisa :( Maka
aku tinggalkan dia. Dan satu sayap kehidupanku pun patah bersama
berlalunya bayangan sang pangeran.

Setelah
kepergian dia. Aku hanya bisa terbang dengan satu sayap yang ku
punya. Aku kesakitan! Sangat!!! sekali-kali aku berharap dia kembali.
Kembali ke pelukanku dengan utuh. Bukan karena perjodohan itu, tapi
karena memang hatinya memilihku.

Suatu
kesadaran akhirnya membuka mataku. Dia tak akan pernah kembali.
Karena dia tahu aku hanya akan menyakitinya lagi! Ketika dia akhirnya
kembali pun, aku tak akan memberinya kesempatan untuk disakiti
kembali olehku. Jadi pelan-pelan kukubur kenanganku akan dia…

Sang
satria yang selalu menemaniku. Yang menerima segala perlakuanku. Yang
selalu mengingatku untuk menjaga diri. Yang menerima setiap amarahku
dengan tulus. Yang mencintaiku dengan tulus. Yang menyayangiku dengan
sepenuh hatinya…Yang ku cintai dengan segenap cinta yang ku punya.
Yang ku sayangi dengan selaksa sayang yang ku punya. Kehidupanku
adalah satria. Satria adalah kehidupanku.

Aku
mencintainya, tapi dia pun ku tinggalkan!

karena
aku tak bisa mencintai sekaligus menghina, menyayangi sekaligus
memaki, aku tak pantas melakukan itu padanya. Sungguh tak pantas!

Maka
aku pergi dari kehidupannya, tanpa meninggalkan apa-apa. Hanya sebuah
kenangan. Dan semoga kenangan yang Satria ingat adalah kenangan yang
indah bersama bidadari.

Biarkan
saja Pangeran menyangka Bidadari bahagia bersama Satria. Dan satria
menyangka Bidadari bahagia bersama Pangerannya.

Kau
tahu apa yang ku takutkan? Apa yang ditakutkan bidadari?

Aku
takut suatu hari ketika aku memutuskan akan kembali, tak akan ada
yang menerimaku.

ya
aku tahu saat itu aku hanya pantas mengasihani diri sendiri!

Aku
takut ada bidadari lain di kehidupan Pangeran dan Satria. Dan mereka
mengatakan pada kekasih-kekasihnya, bahwa aku hanya seekor bidadari
yang tak berarti apa-apa buat mereka. Bahwa sudah tak ada apa-apa
lagi antara aku dan dia (yang memang itu benar apa-adanya). Dan
mereka tak mengingatku sama sekali. Sedangkan aku membawa bayangan
mereka sampai terkubur tanah!

Akhirnya
sayap kedua yang kupunya pun luruh.

Coba
tanya pada hatimu Teman…Apa artinya seorang bidadari tanpa sayap?

Tak
ada apa-apanya…Tapi dia bebas! Dia tak akan lagi melukai. Melukai
orang-orang yang disayangnya, melukai dirinya sendiri. Dia kini
sendirian, kesepian. Tapi dia tahu dia akan bertahan. Kesepian tidak
akan membunuhnya. Kesepian tidak akan membunuhku!

Biarkan bidadari berlalu bersama
sayap-sayap patahnya. Biarkan dia menangis sendiri mengenang
sayap-sayap yang tak dimilikinya lagi. Biarkan dia sendiri merenungi
segala kejahanamannya!

Tak ada yang lain…tak ada yang
lain bagi bidadari! Dia hanya ingin Satria. Dia hanya mencintai
Satria. Dia selalu menunggu satrianya! Menunggu satria membawa
kembali kedua sayapnya! Tapi dia akan menerimanya hanya dalam mimpi.
Dia tak ingin lagi menyakiti Satria! Dia tak ingin lagi tersakiti dan
menyakiti! Dia sendirian…tapi dia tak akan mati!


Tangan beku, kaki beku, sekujur tubuh membeku, tapi kenapa hati masih bisa merasa perih ketika luka kembali tertoreh?

Saturday, February 16th, 2008

 

Sejumput Kebekuan di Malang Meriang, 16 Februari 2008

Tangan beku, kaki beku, sekujur
tubuh membeku, tapi kenapa hati masih bisa merasa perih ketika luka
kembali tertoreh?

 

Dia kembali dalam wujud yang lain,
bukan lagi perih, bukan lagi sakit yang membuat Sang Bidadari
menangis semalaman! Luka itu kembali dalam wujud kesunyian. Seperti
kembali ke titik nadir dimana Sang Bidadari berusaha mencari
sandaran, hampir putus asa, karena Pangeran tak pernah kembali ke
peluknya, sementara Satria perlahan mulai meronta dan mencari jalan
agar lepas dari penjara luka Bidadari.

 

Bidadari tak bisa terus menerus
terpenjara sunyi. Dia harus tetap terbang bahkan kalau pun
sayap-sayapnya patah! Maka Bidadari memberanikan diri kembali ke
istananya. Istana tempatnya dulu bercumbu rayu dengan Pangerannya.
Bidadari berharap  Pangerannya menunggu disana. Tapi Bidadari harus
kecewa, Istananya sunyi, sama seperti hatinya: HAMPA. Bidadari
menelusuri setiap ruangan. Ruang-ruang bisa yang pernah menjadi saksi
luka hatinya bersama Pangeran. Dia menahan tangis, menggigit bibir
hingga terasa asin karena setitik darah mengucur dari sudut bibirnya.

 

Menyakitkan…mengharapkan Pangeran
kembali dengan hatinya dengan tekad utuhnya untuk meminang bidadari,
bukan karena titah Sang Raja, bukan pula karena desakan Sang Ratu.
Tapi karena hatinya yang memilih Bidadari untuk menjadi
permaisurinya!

 

“Pangeran, apa kau belum menemukan
pesan di 7 saputangan itu? Pesan yang ditorehkan Bidadari dengan
tangannya”

“Ataukah kau telah menemukannya, tapi
memilih menghukum Bidadari agar menunggumu?”

“Apa kau ingin Bidadari berjanji
untuk membuang Satria di hati Bidadari dan saat itu kau akan kembali
padanya?”

 

Bidadari disana di sudut kamar,
berdialog dengan sunyi, merosot dan terduduk, tersedu, diabiarkannya
air mata menetes satu-satu di wajahnya!

 

Sampai matanya menangkap satu benda
terbungkus rapi. Di atasnya ada sebuah kartu, Bidadari mendekat,
membuka, dan membacanya…

 

Cay, valentine penuh merah jambu,
lihat merah jambu, ingat kamu, ingat kamu yang benci merah jambu

 

Untuk siapa surat itu? Untuk
Bidadarikah? Ahhh memangnya wanita mana lagi yang dikenalnya yang
membenci merah jambu, hanya Bidadari kan?

 

Setitik kebahagian merayap, tapi hanya
sekejap….

 

“Ah Pangeran, kau menyiksa Bidadari,
kau ingin menghukum Bidadari dengan harapan-harapan kosong?
Membiarkan Bidadari  terus berharap sampai dia merana dan bunuh diri
karena akhirnya tahu harapannya hanya ilusi belaka”

 

Bidadari keluar dari istananya, di
halaman seorang Bapak Tua menunggu,

 

“Dia kesini kemarin, bertanya
tentangmu, aneh seperti anak kecil saja kalian, main
kucing-kucingan!”

 

  • ya…dia memang kesini, tapi tidak
    menemui Bidadari, dia terlanjur pengecut untuk menemuinya dan
    berusaha memperbaiki sayap-sayap Bidadari…

  • ya…dia bertanya tentang
    Bidadari, tapi dia tak berani bertanya langsung kepadanya, sama
    seperti dulu dia terlalu takut untuk bilang dia mencintai
    Bidadari…

 

Ok Pangeran jika itu maumu, Bidadari
akan menunggumu, menunggu hingga Bidadari membusuk!

Ok jika itu maumu…kau akan mendengar
cerita Bidadari mati karena menunggu Sang Pangeran!

 

Lihat Pangeran, tangannya, kakinya,
sekujur tubuhnya membeku, tapi sayangnya hatinya tidak! Dia kembali
mengucurkan darah dari perih luka yang kau torehkan Pangeran!

 

MONYET SIA MANEH R*** PAEHAN BAE
AING…PAEHAN MONYET b-(

 

 

FUCKKLENTINE: KASIH SAYANG BISA DIKEJAR TIAP HARI BUKAN?

Saturday, February 16th, 2008

Aku tak pernah menganggap tanggal 14
Februari itu istimewa, kecuali aku tahu
tanggal itu beberapa teman akan
mengajakku menikmati es krim di lobby
kampus, beberapa potong coklat akan
kuterima dari secret admirer,
bunga-bunga merah jambu diberikan di
pinggir jalan, dan merah jambu seperti
virus dimana-mana termasuk juga boneka
merah jambu. YAIKKK!!! Bukan berarti aku
merayakannya, hanya saja komunitasku
sudah seperti itu ya jadi kubiarkan
saja, gak ada ruginya buatku.

Begitu pun dengan 14 Februari tahun ini,
gak ada yg special kecuali sebuah
bungkusan penuh beranekaragam benda
merah jambu dengan sebuah pesan di
dalamnya berbunyi: “Mereka dibuat utk
dirusak oleh monster pembenci merah
jambu bernama Tetra…” dan pesan lain
berbunyi: “dengan ini kamu bisa
ngamuk-ngamuk, jangan pernah mukul orang
lagi ya!” waaaa sebal sebal…Ku simpan
saja benda-benda itu, mungkin suatu hari
akan berguna untuk kuhancurkan =))

Yang paling menyebalkan di tanggal 14
Februari tahun ini adalah ketika masuk
ke sebuah food court di mall terbesar di
Malang. Aku selalu duduk di pojok
tersembunyi, cukup aman utk melihat
orang-orang yg masuk dan berimajinasi
tentang mereka.

Tapi sial hari itu, belum sempat
kuhabiskan makananku, sepasang kekasih
masuk dan mengambil tempat di sebelahku.
Aku jelas merasa terganggu dongs!
Bayangkan  dari sekian banyak tempat
duduk mengapa mereka memilih duduk di
sebelahku?

Kacaunya lagi mereka ketawa-ketiwi,
bercanda ria, saling goda, saling cubit,
dan andai saja mereka lupa aku ada di
sebelah mereka, mungkin mereka sudah
berciuman dengan nafsunya.
YAIKKKK…jadi aku tinggalkan makananku
dan melenggang pergi dengan kesal.

Kenapa aku kesal ya? Mungkin karena aku
sendiri saat itu =)) jadi aku merasa
terhina gto ada pasangan yang mesra2an
di dekatku =)) iya seh alone is not
crime kata seorang teman, tapi kan
berdua lebih baik =))
wakakakakak…mungkin aku iri sama
mereka yg cintanya membuat bahagia dan
tidak sepertiku yg cintaku justru
membuat terluka =)) =)) tetep lukanya
cinta menyakitkan!!!!

So 14 Februari hari kasih sayang???!!!
hmmmm tiap hari juga bisa dikejar
bukan???!!!

Sejumput Kebosanan di Malang Meriang,
16 Februari 2008

MALU-MALU BERAKHIR MEMALUKAN

Sunday, February 10th, 2008

 

Ha…ha…ha…! Lihat dirimu teman!
Coba lihat dirimu di cermin, maaf  Teman tapi aku hanya punya satu
kata untuk mendeskripsikan keadaanmu sekarang: MENYEDIHKAN!!! Oh
tidakkkk…maksudku bukan itu. Menyedihkan tidak cukup mewakili
keadaanmu sekarang. MEMALUKAN…Yups memalukan sekaligus
menyedihkan…Sudah deh gak usah protes kayak gto…Mau bukti? Coba
lihat sekarang apa yang terjadi di hidupmu seminggu terakhir ini:

  1. Kau terang-terangan mengajak
    seseorang untuk sedikit bermain-main padahal di sebelahnya ada
    istrinya yang nyengir lebar mendengar ocehanmu. Udah deh gak usah
    berlaga malu2 kayak gto, aku tahu maksudnya kamu cuman bercanda dan
    bisa dimaafkan juga seh, kau kan gak tahu kalau dia istrinya…tapi
    itu tetap MEMALUKAN!!!

  1. Seorang cewek di room menyebutmu
    cewek gatel hanya karena kamu menggunakan icon cun pada
    cowoknya…Oh pleasee deh ini khan cuman chating, memangnya dia
    pikir apa? Aku tahu betul kamu bukan tipe yang serta merta nyosor
    menempelkan bibirmu di bibir tiap lelaki yang kau temui,
    Yaikk…Emangnya kamu cewek apakah? Salahnya adalah bukannya kamu
    menanggapinya dengan cool, kau malah ngamuk, ngadat, dan pundung
    bahkan sesumbar tidak akan menginjak room itu lagi. Pernyataan yang
    terpaksa kau jilat kembali karena dengan tak tahu malunya kau
    kembali ke room itu. Ihhh…MALU DONG ACHHH!!!

  1. Seseorang yang kau anggap special
    menghindarimu pelan-pelan dengan alasan-alasan yang paling masuk
    akal sehingga kamu tak punya lagi alasan untuk mengganggunya. Alasan
    pertamanya: Dia sedang ujian (memangnya kamu mau dia kehilangan masa
    depannya gara-gara dia gak lulus karena terpaksa melayani ocehanmu
    yang makin gak karuan). Alasan keduanya: Dia sedang membantu
    temannya (ohh..please deh kamu harus menerima kenyataan bahwa
    hidupnya tidak melulu tentang kamu, ada hal lain di luar kamu yang
    juga menjadi bagian hidupnya). Alasan Ketiga: Dia Sakit…(Apa kau
    mau dia tambah mules dengan sikap sok kangen kamu!)…So please
    dehhh Teman…terima saja kalau dia memang sedang berusaha
    menendangmu dari kehidupannya pelan-pelan…yaikkk!!!

  1. Kau bertemu seseorang yang jarang
    sekali membuatmu merasa begitu sangat tertekan. Setelah kamu merayu
    dan membuatnya tertarik padamu, kamu malah mati kutu di hadapannya.
    Dan keadaan tambah memburuk ketika dia tahu usiamu dan usianya
    berbeda 10 tahun. Setidaknya dia cukup menghormatimu dengan
    menganggapnya adik (tapi aku tahu apa yang ada di pikiranmu Teman,
    kamu tidak puas hanya sebagai adiknya, am I right hah?). Satu hal
    yang paling memalukan ketika dia menghubungimu kamu malah bersikap
    memalukan dengan hanya bilang yups..yups…atas semua yang dia
    katakan, bahkan saking tertekannya kamu menghindarinya dengan bilang
    kamu sedang sibuk padahal kamu gak tahan dengan jantungmu yang dag
    dig dug tak karuan! Dan akhirnya kamu memang harus melupakannya
    karena dia tak pernah menghubungimu lagi!YAIKKK!!!

  1. Kau bertemu dengan seseorang
    lainnya dan inilah pembicaraan paling horror yang mampu kamu
    lakukan:

    Dia: “I think u’re a nice girl!”

    Kamu: “Are u sure? Why do u say like
    that? I think u’re wrong, bcos I’m not a nice girl. Do u know what
    I’ve done last month?”

    Dia: “what?”

    Kamu: “I hit my friend”

    Dia: “why?”

    Kamu: “she make me angry!”

    Dia: “is she grab ur bf?”

    Kamu: “oh No! She said something
    which make me angry”

    Oh…cukup untuk membuatnya ngeri dan
    lari terbirit-birit menjauhimu. Memangnya cewek apakah yang memukul
    temannya hanya karena ia mengatakan sesuatu yang membuatmu
    marah..Monster kalee..Hey coba kau bilang juga kalau kau sampai
    sempat dijadikan buronan polisi…YAIKK!!

  1. Kamu dekat dengan seseorang, suatu
    malam dia bercerita tentang perjalanan hidupnya, malam yang lain
    giliranmu menceritakan kenapa lukanya cinta bisa sangat menyakitkan
    dan komennya hanya: “ihhh…kok jahat banget seh?” arghhh…tapi
    kamu masih beruntung dia tidak kapok. Sampai suatu pagi kamu
    memberanikan diri untuk mengganggunya…dan apa yang terjadi? Kau
    menghabiskan pagi dengan mengoceh gak penting yang ditanggapinya
    dengan “hah..heh…huh…” memalukan deh pokoknya! Sampai
    akhirnya kamu sadar (kesadaran yang terlambat karena dia sudah bosan
    setengah mati) bahwa dia terganggu! Anehnya kau malah masih
    penasaran dengannya karena kau tidak bisa menanyakan pertanyakan
    paling memalukan itu, yups pertanyaan: “masih perjakakah?”
    Yaikkk menjijikkan! Mungkin setelah kamu bertanya dia langsung
    memutuskan cewek apakah kamu ini…Ha…ha..! Ahh…masih saja kau
    bersikap malu-malu seperti itu…padahal itu sangat MEMALUKAN!

  1. Suatu pagi kau ditanya oleh
    seorang teman:

    - Darimana aja kok baru pulang?

    - Jalan-jalan…

    - Hah? Jalan-jalan sampe jam setengah
    tiga pagi?

    - Yups…sebenarnya jam satu udah
    pulang seh…

    - Terus ngapain aja?

    - MEMBASMI JERAWAT (?)

    O My God memangnya orang macam apa
    yang menghabiskan waktu satu setengah jam untuk ngurek-ngurek
    jerawat di wajahnya? (Padahal aku tahu banget seharusnya jerawat di
    mukamu itu tidak muncul begitu cepat karena baru 5 hari yang lalu
    kamu menghabiskan gaji pertamamu untuk facial, meni-pedi, spa…bla
    bla bla…YAIK!!!)

  1. Suatu malam kamu hanya berdua
    dengan temanmu yang “baik-baik” di kosan. Kamu BT dia BT, kamu
    merayunya untuk ikut bersamamu menikmati Dunia Gemerlap Malam-nya
    Malang. Dia terbujuk rayuan setanmu. Hasilnya? Kau harus menunggui
    temanmu yang hangover seharian penuh dan berusaha menyembuhkannya
    karena merasa bersalah. Dan ketika dia sadar dan menyalahkanmu (apa
    yang kamu lakukan? Aku senin ujian SKRIPSI…oh…kamu baru saja
    mencoba untuk menghancurkan masa depanku!)…karena terpojok kamu
    malah bilang: “ah…yang benar saja kamu kan cuma masuk angin…”
    Ihhhh padahal kamu tahu banget apa yang terjadi…Setan banget deh
    kamu…!!!

  1. Setelah sekian lama kamu dirundung
    luka yang tiada tersembuhkan, kamu sampai pada kesimpulan: “mereka
    hanya pantas untuk dijadikan mainan”. Bodohnya kamu bilang
    kesimpulanmu itu pada seseorang yang jelas-jelas bagian dari mereka.
    Hasilnya? Dia tertawa, tepatnya menertawakanmu!!! Dia bilang Karma
    itu lebih menyakitkan Jendral! Ohhhh Tidakkkk!!! Apa seh yang sudah
    kamu katakan padanya? Dia kemudian bilang lagi: “Do it with ur
    heart!” Ahhh…yang benar saja, memangnya menjadikan mereka mainan
    perlu dengan hati? Itu seh namanya bunuh diri, bukannya kamu yang
    mempermainkan mereka, tapi sebaliknya malah kamu yang dijadikan
    mainan oleh mereka…YAIKKK!!! Tunggu sebentar apa aku banyak
    mengetik YAIKK…mungkin seharusnya aku langsung saja ketik
    TAIKKKK…ihhh jijik ihhh!!!

  1. Bukannya kamu menutupi
    ketololanmu, tapi kamu malah mencatatnya dan memberitahukannya pada
    semua orang. Memangnya apa yang kamu harapkan seh? Simpati? Rasa
    kasihan? Jadi bahan tertawaan? Ok…ok aku mengerti kamu hanya ingin
    memperingatkan dirimu dan orang lain agar tak se-tolol, se-bodoh,
    se-memalukan, se-menyedihkan yang kamu alami..ya setidaknya kalau
    kamu ditertawakan kamu tak akan melihatnya!!!!

Sebentar teman sepertinya jerawat di
daguku menunggu untuk dibasmi…Lho lho lho…???!!! Kenapa di
cerminku ada kamu seh Teman? Ya Kamu yang kuceritakan itu…Oh
tidakkkkk itu memang benar-benar kamu yang menyedihkan dan memalukan
itu! Ohhh…NO BUT YESSS…Ohhh biarkan aku amblas ke dalam tanah dan
terkubur hidup-hidup atau setidaknya biarkan aku bersembunyi di balik
selimut…Arghhhh kenapa aku masih bersikap malu-malu seperti itu
seh?  Ini kan bukan saatnya malu…ini sudah amat MEMALUKAN :”>
:((

 

Sejumput Kebodohan di Malang Meriang pada 10 Februari 2008

I’M SORRY I LOVE UR GIRLFRIEND!

Sunday, February 10th, 2008
  “This days…I’d like to be free like a
bird fly away to the sky but I can’t, I
still love you. Damm I like your
girlfriend… ”

Hidupku sudah amat membosankan, bahkan
hampir selalu ku bilang memuakkan.
Sampai dia datang mengisi hari-hariku.
Dia bercerita, aku bercerita. Aku tahu
aku sudah jatuh cinta padanya hanya saja
selalu ada yang lain yang mengganggu
pikiranku hingga untuk ke-sejutakali-nya
aku harus terus menahan sampai aku
selalu sesak dibuatnya.

Kemudian saat itu pun datang, saat
dimana aku terpaksa mengakui bahwa aku
hanya seekor iblis yang terbebas dari
neraka. Ha..ha…akhirnya penantianku
tak sia-sia. Aku akan mengatakannya
segera! Tak peduli bila hatinya masih
terluka! Tak peduli bila nantinya
seorang teman menggelepar kesakitan
karena penghianatanku. Hey…hey…apa
aku barusan bilang penghianat?
Ah…memangnya mencintai itu dosa? Apa
seekor manusia lantas menjadi biadab
hanya karena mengakui dia punya perasaan
sayang pada seorang wanita mantan pacar
temannya?

Ah…seandainya seluruh laki2 di dunia
ini adalah temannya temanku, berarti
tidak ada kekasih lain untuk mantan
pacarnya. Itu artinya seekor wanita
merana sepanjang sisa hidupnya karena
tak ada lelaki yang mau di cap
penghianat. Jadi izinkan aku menjadi
penghianat untuk menyelamatkan hidupnya.
Save the girl, save the world, am I
right hah?

Bahkan…mungkin aku tak peduli kalau
seandainya aku hanya jadi pelampiasan
luka hati sang bidadari. Ah…cukup
dengan dia mengizinkan aku jadi
satrianya, maka aku tak akan lagi
sendiri…Danze isn’t lonely anymore!
Dan sang bidadari pun akan terlindungi
dalam pelukan Sang Satria.

Uh..padahal aku belum mengatakan
apa-apa, tapi sepertinya aku masih
lelaki normal yang masih punya ego dan
gengsi sehingga urusan “biadab
penghianat” itu masih terus menyita
nuraniku.

Sudah berhari-hari aku menjadi seekor
iblis yang menertawakan penderitaan
seorang teman, tapi sejauh itu aku hanya
bisa berbahagia dengan siksaan yang
sedang dialami oleh sang teman. Sedang
untuk mengatakan perasaanku, aku masih
belum bisa…

Oh shittt…WTF look at what’ve done?
Aku terlalu banyak berpikir…Hari-hari
terbebas dari neraka pun berakhir. Suatu
senja dia sang teman datang dengan muka
berseri-seri. Ketika melihat bintang di
matanya bersinar kembali setelah
beberapa waktu meredup dan suram, aku
langsung tahu klo itu pertanda bintangku
sendiri yang akan tutup usia. Dengan
nada seoorang laki-laki kecil yang
menemukan kembali mainannya dia
bilang:”aku telah kembali padanya!”

Kalau sudah begitu memangnya apa yang
bisa kulakukan? Marah padanya karena aku
tak diberi kesempatan bahkan untuk
mengatakannya sekali saja? Nuraniku
bilang JANGAN! Jadi aku hanya bisa
berkata bahwa aku senang tak harus terus
menerus menghiburnya! Tapi jauh di lubuk
hatiku lirih aku mengatakannya: I’m
sorry I love ur girlfriend…Ohhh Damm…!!!

——