Archive for December, 2007

NGEHE BANGET DEH LO TETRA…

Sunday, December 2nd, 2007

tengah malam tadi aku berkata pada
seseorang:
"aku merasa seperti seorang istri yang
menunggu suaminya pulang dari rumah
seorang pelacur"

kata 2 itu tampaknya telah membuatnya
tersin ggung, tapi aku tak punya pilihan
lain, aku telah mengatakan dengan baik2.
tapi dia tak mengerti. jadi kata2 itu
merupakan puncak dari kekesalanku padanya.

buka nkah itu lebih baik daripada aku
mengeluarkan isi kebun binatang, seperti:
ANJINK.. .BABI…

ato aku mengeluarkan para penghuni
penjara seperti:
BAJINGAN …BANGSAT…

ato mungkin dia malah memilih aku
mengeluarkan isi neraka, seperti:
SETAN… .JURIG…IBLIS…?
bukankan itu lebih menyakitkan hati?

ehmmm mungkin kata2 itu memang kasar,
mungkin seharusnya aku bilang saja begini:

"aku merasa seperti seorang istri yang
menunggu pulang suaminya dari rumah
minum teh seorang geisha"

ehmmm , dia pasti gak tahu apa itu
geisha, dan klo dia tanya akan kujawab
klo geisha itu seniman (bukankah itu
memang arti sebenarnya?)

yang pasti aku tahu aku salah, dan dia
juga salah, telah membiarkanku merana
dan merasa dicampakkan! tapi dia tak
pernah minta maaf. sama dengan tidak
pernahnya dia berterima kasih atas apa
yang telah kukorbankan untuknya(ahhhh
ak u rupanya sedang ber-investasi).

anehnya pagi tadi aku ingin sekali
berkata pada seseorang:
"aku merasa seperti seorang istri
simpanan yang cemas tidak akan
dikunjungi lagi oleh kekasihnya"

i ronis memang, bahkan ketika aku punya
kalimat yang lebih baik seperti:
"aku merasa seprti seorang gheisa yang
ditinggalkan dhana-nya"
aku tak bisa mengatakannya, karena aku
terlalu malu.

pagi itu aku datang padanya tanpa
berpikir. aku langsung menangis di
pelukannya dan mengadu tentang dia yang
kucintai yang telah sering menyakitiku.
tida k seperti dulu ketika aku jujur
padanya dia tidak tertawa sama sekali.
tapi saat itu aku hanya merasakan
kesedih an sehngga mengabaikan perasaanya
yang mungkin juga sama sakitnya dengan
perasaanku ketika aku mengadukan lelaki
lain di pelukannya.

s ampai kemudian dia bangkit dan berdiri
membelaka ngiku dan berkata:
"jika butuh apa2 untuk membeli cintanya,
katakan saja padaku"

kata2 nya telah membuatku sadar, dan aku
memeluknya dari belakang, merasakan air
mataku merembes di kulit punggungnya.

dia memegang tanganku hingga tanganku
bisa meraba dadanya. mungkin dia ingin
mengatakan bahwa dia juga kesakitan sama
seperti aku.
"jika aku bilang aku tidak apa2, itu
bohong karena disini serasa ada yang remuk"

aku mengerang, malu, dan menyesal,
hingga dia membalikkan tubuhku hingga
menghadapn ya, dia menghapus air mataku
dengan punggung tangannya, mencium kedua
mataku, aku sedikit berharap akan
menerima lebih daripada itu.

tapi dia melepaskan pelukanku,
"perpi sahan sementara akan baik untuk
kita, aku pulang, proyekku sudah selesai
disini, proyek itu memang sukses, tapi
aku masih tak bisa menaklukan hatimu"

itu kata2 terakhirnya…
ak u ingin protes dan menjerit di depannya:
"bagaim ana bisa ada perpisahan? kita tak
pernah bersama?"

ket ika dia pergi, aku hanya terpaku dan
memaki:
"a pa seh yang udah gw lakuin? bodoh
banget seh gw…ahhhh ngehe banget seh
lo tetra"

Malang Meriang Kehujanan,
2 Desember 2007