LUKA INI AKU YANG BUAT

  "jika kita harus berpisah, bukan karena
aku mau, dan bukan pula karena aku
sanggup, tapi karena harus…ato terpaksa"

(Ro na Hidup Rona, Mia Arsyad)

tapi jika kita harus berpisah, aku
takkan pernah bilang apa2 padamu, bahkan
kata maaf sekalipun, aku akan pergi
tanpa kabar, tanpa pesan, karena aku
ingin sejenak kau merasakan bahwa aku
disampingmu lebih baik daripada hilang
tanpa jejak…

mema ng aku takkan pernah sanggup untuk
meninggalka nmu dan aku tak mau (sungguh)
tak ingin berpisah
denganmu…
tapi saat itu akan tiba, suatu hari dan
aku harus (terpaksa) pergi tanpa
meninggalka n apa2 untukmu, hanya
sejumput kenangan yang mungkin dalam
sehari sudah kau lupakan!

jang an berkelit sayang! aku sungguh2
tahu dan mengerti bahwa apa yang
kurasakan selama ini hanya fatatamorgana
yan g keindahannya hanyalah tipuan alam…
aku mencintaimu dengan cara yang tak
akan kau mengerti…
tapi itu tak amat berarti jika kau tak
punya perasaan yang sama…

lihat saja kita sekarang! hari2 kita
lalui dengan caci maki, dengan
pertengkar an! ok lah aku tak mau
sedikitpun (lagi) menyalahkanmu…

aku yang salah yang tak bisa memberi
kebahagia n itu untukmu!
aku yang salah sehingga kau tak betah
ada di sampingku!
aku yang salah sehingga kau berpaling
dan menghianatiku!
ak u yang salah tak bisa banyak berkorban
untukmu !
aku yang salah yang tak bisa menolongmu
ketika kau sedang payah dan
butuh semangat!
aku yang salah yang selalu egois dan tak
pernah memikirkan apa yang kau rasakan!
aku yang salah karena sering
menyalahka nmu ketika aku kesal ketika
aku marah…

jadi sekarang gimana sayang?
bukankah akan lebih baik jika aku pergi
tanpa pesan?

atau mungkin sebaiknya aku tutup mulut
saja ya?
aku diam dan merasakan sakit ini sendirian!
karena luka ini aku yang buat!

– —luka ini aku yang buat—–

Malang Meriang
3 Oktober 2007

Leave a Reply