DIA ADA DI CERMINKU
aku melihatnya di sebuah cafe, datang mengendarai sebuah jazz merah,
dengan mata sayu-nya seperti biasa, dan selalu tampak kesepian…
dia
sedikit aneh menurutku, karena dari sekian cafe kenapa memilih cafe
yang semua pengunjungnya laki2, sedangkan dia seorang wanita dengan
jins selutut dan sweater yang tak cukup melindunginya dari dinginnya
malam, tepatnya dia satu2nya wanita yang ada disana, dia selalu
termenung di mejanya, memesan minuman yang selalu sama ‘chococino’ dan
nasgor lengkap dengan telur dan sosis…
kira2 sudah seminggu
dia selalu disana, memesan makanan yang sama di meja yang sama dan pada
jam2 yang sama sekitar pukul 10-12 malam, terkadang dia menelpon
seseorang, dan aku tahu persis dia menelpon seorang laki2 yang
dipanggilnya ayah dan dia menyebut dirinya bunda, cukup untuk
memastikan bahwa mungkin dia sudah bersuami, membuatku selalu tak
berkutik untuk menyapanya,
suatu malam pernah kulihat juga
seorang lelaki menyapanya, dan tampaknya dia kenal dengan laki2 itu,
kulihat dia tersenyum, berbasa-basi dan berusaha mengusir lelaki itu
dengan halus, dan jelas sekali dia merasa terganggu. Sempat kudengar
satu kalimat darinya:
"ya ampun, fans-ku udah nambah lagi neh? aku tahu kamu ngikutin aku terus kan?"
mungkin
dia tipe wanita yang digilai seribu kaum adam, tapi dia tak pernah
menerima satu pun perhatian dari mereka, dan tampaknya dia hanya
menginginkan seseorang dalam hidupnya, hanya seorang…
aku tak
tahu kenapa dengan "seseorangnya" itu? karena kupikir dia tak
seharusnya berada disini, merenung, mengurai lamunan yang tiada akhir,
sendirian dan kesepian, tapi masih lebih baik daripada dia di jalanan
mengendarai jazz-nya dengan kecepatan tinggi, ato berada di ruangan
remang2 yang penuh dengan manusia kehilangan akal karena minuman dan
menggoyangkan tubuhnya tidak karuan.
Pernah kutemui juga dia di
salah satu bilik sebuah warnet, dengan muka berseri2 tapi satu jam
kemudian dia sudah terlihat bosan. terkadang menyanyi tanpa memedulikan
orang2 yang memandangnya aneh. dia benar2 menikmati dunia mayanya. tapi
dia tak bisa berbohong dengan rutinitas membosankannya itu. dia tak
bisa berbohong pada dunia, pada teman2nya: DIA KESEPIAN.
Kudengar
dari seorang kawan dia termasuk jajaran mahasiswa beken di salah satu
PTN negeri di kota ini. seharusnya dia punya banyak kawan untuk
menemani malam2nya yang menyedihkan itu, seharusnya dia punya kekasih
yang bisa memeluknya ketika dia gelisah tak bisa menutup mata,
seharusnya dia bisa menikmati masa2 indahnya sebagai seorang wanita
muda dengan segala fasilitas yang dia punya.
Ahhh…mungkin
dia memilih kesepian, dan menjadi kepompong tanpa berniat untuk menjadi
kupu2. Dia memang pengecut, selalu berbalik kembali ketika ada jurang
yang mengganggu perjalanannya, tak pernah sekalipun dia berusaha
menciptakan jembatan agar bisa menyebranginya.
cantik…sungguh
dia cantik, tapi teramat menyakitkan bila dia mencintai,d ia menjadi
buta, dia posesif, dia menjadi seekor sapi dungu yang culas dan
menyedihkan, diapun memilih sendiri, melewati malam, berkeliaran di
dunia maya dan di cafe yang sama, di tempat duduk yang sama dan jam
yang sama, tapi dia sangat mencintai "seseorang" dan terlalu takut
untuk kehilangan.
ahhh aku terlalu banyak bicara, padahal seharusnya aku tak tahu apa2 tentang dia,
aku
melirik sebuah cermin, kuamati bayangan yang ada disana, kulihat "dia"
disana, dengan mata sayu dan selalu tampak kesepian. dia benar2 ada di
bayangan cerminku.
"Malang Meriang"
5 September 2007
October 28th, 2007 at 10:24 am
“bayangan diri” akui saja bahwa orang yg nampak d cermin itu adalah dirimu.
October 30th, 2007 at 6:33 am
waaa ketahuan deh :’>