BEAUTY IN THE DARK
Hari ini, keadaanku makin parah! Aku hampir tak bisa melihat, selain karena benjol besar di sekitar mataku sebagai akibat dari gak tidur dan nangis sepanjang hari, aku juga tak memiliki harapan untuk melihat kecerian dalam hari2ku.
Tapi, sepertinya aku sudah terbiasa dengan keadaan ini. Aku pun mulai memakai kacamata hitam untuk menghindari lirikan aneh dari orang2 yang penasaran terhadap mataku. Itu cukup membantu, karena selain mataku, secara fisik tak ada yang berubah dari diriku. Aku masih punya senyum yang bisa kupamerkan pada dunia, aku juga masih punya tawa yang bisa kuperdengarkan pada dunia. Walaupun, mungkin orang hanya melihat fatamorgana dari senyum dan tawaku.
Aku terus berusaha tabah, aku yakin di dunia ini masih ada alasan untukku bertahan. Aku sudah melewati banyak cobaan: diusir dari rumah, hampir mati di ICU, ditinggalkan orang2 yang kucintai…Aku yakin saat ini pun aku bisa bertahan, aku tahu aku bisa. Aku sudah beberapa kali lulus dari ujian hidup. Kali ini pun aku pasti bisa melewatinya. Walaupun sendiriannnn….
Aku memang tak bisa lagi menutup mata, keadaanku sudah benar2 menyedihkan: dibuang, ditelantarkan…tapi itu tak apa2, karena dunia memang sudah sunyi sejak aku memutuskan untuk menghindar dan menyendiri. Jadi aku pasti baik2 saja.
Kenyataannya memang aku payah, tak berguna dan hanya merepotkan. Karena itulah aku terus menghindar! Tapi sekarang aku harus menghadapinya! Walau memang sepertinya semua jalan tertutup untukku! Tapi cahaya itu pasti ada. Aku tak mau kembali menyerah pada kegelepan. Aku harus bertahan setidaknya agar esok aku masih bisa menghirup bau matahari.
Tidak Teman, tak ada satupun yang bisa menolongku, kecuali Sang Maha Pemilik Hidup! Biar Dia yang menunjukkan jalan untukku keluar dari kesunyian.
Sementara itu, ada sebagian dari diriku yang menyerah. Kubiarkan meleleh menjadi butiran air mata. Aku berteriak, melolong, memanggil semua orang. Kubiarkan sebagian dari diriku terhanyut dalam kesedihan sebagai suatu kewajaran: aku manusia yang di saat2 tertentu masih bisa menjadi lemah. Maka kubiarkan sebagian diriku merengut sedih dan sebagian yang lain menutupi dengan senyum palsu.
Tapi jika suatu hari aku tak bisa bertahan sampai kalah dan menghilang aku ingin memohon untuk orang2 yang menyaksikan dan membaca kisahku:
‘tolong, kenang aku sebagai seorang anak yang baik, sebagai sahabat terbaik, sebagai saudara terbaik, dan sebagai kekasih terbaik’
‘tolong jangan mengenangku sebagai anak nakal, sahabat terpayah, saudara menyedihkan, ataupun kekasih yang tak berguna’
TERIMA KASIH TEMAN!
Atas segala dukungan ketika aku ada dan tersenyum pada kalian.
Jika sampai aku pergi bukan karena aku mau dan bukan karena aku sanggup, tapi karena aku harus dan terpaksa!
Suatu hari aku pasti menemukanmu Teman!
Suatu hari aku pasti menemuimu Kekasih!
Saat itu kau akan melihat aku yang tercantik dan terbaik. Bukan lagu manusia payah, tidak berguna dan hanya merepotkan!
Tolong juga sampaikan maafku pada mereka yang telah kusakiti….
Kau tahu kan Teman? Seperti kalian aku tak ingin hidup dalam kegelapan!
10-10-07, 01:10 Malang Meriang
October 15th, 2007 at 9:01 pm
Lom sembuh tra ?
waduhhh hare gene masih dalam kegelapan ? beli lampu naon atuhh, terus terang philip terang teruss…..
Someday…..
someday…..
someday…..
kau harus temukan dulu pencerahan…..
October 27th, 2007 at 4:48 am
Andai aku bisa meniupkan aura bahagia yang bisa kubagi pada dunia ..tentu kau salah satu yang kuberi ketika aku mampu melakukannya… aku tahu aura itu mampu menyalakan pelita kecil di tempat yang sering kau sebut itu.
dalam kegelapan yang sama.. aku berada, dalam sebuah kegelapan yang membuat diri ini kecanduan.
tempat itu begitu gelap bukan??
sehingga untuk mencari teman disana rasanya sulit… padahal yang dibutuhkan adalah sebuah genggaman kokoh yang mampu menarik kita menuju cahaya…
biar….biar Dia yang menentukan kapan waktunya tiba, biar Dia juga yang membisikkan padanya… bahwa ada seseorang yang menunggunya dalam lorong tak bercahaya itu yang berharap gelap kan segera berakhir.
sampai waktunya tiba, tetaplah kamu di sana dan selalu ingatlah kau padaku yang juga merasakan duniamu.
October 30th, 2007 at 6:12 am
TITA :-* hatur nuhun…seer2 ngadua bae kanggo tetra nyak :-*