Archive for October, 2007

BIDADARI TAK TERSENTUH

Tuesday, October 30th, 2007


Catatan Malam 17 September 2007

Prolog:
seperti apa rasanya bertemu lagi dengan orang yang kau cintai tapi kau tak pernah mendapatkan jawaban ‘ya’ dari mulutnya walau kau yakin dia memiliki perasaan yang sama denganmu?
Kisah ini hanya salah satu kisah dari ribuan kisah yang tak menjamin bisa menjawab pertanyaan itu.

———————————————————-

Malam ini aku tak percaya akan melihatnya lagi setelah sekian lama, dan terus terang saja rasanya aku ingin melonjak-lonjak bahagia. Dia seorang "pemain" yang pernah menjadi sahabat terbaikku sekaligus orang yang benar2 kucintai ada di sudut ruangan sebuah cafe biasa yang selalu kudatangi untuk istirahat sejenak dari rutinitas yang menyebalkan.

Aku berharap aku tak sekucel ini ketika bertemu dengannya lagi. Rasanya sudah satu bulan aku tidak mandi, tidak menyisir rambut, tidak cuci muka, gara2 client sialan  dalam salah satu kasus bajingan yang sedang kutangani. Tentu saja itu tak mendukung untuk memberikan kesan baik padanya.

Dia duduk di meja favoritnya, ada sebuah buku yang dia baca dengan serius, dan tentu saja ada minuman di mejanya yang aku yakin itu chococino.

Ehmmm dia masih sama seperti terakhir kulihat: cantik, wajah gabungan dari kedewasaan dan kekanak2an, mungkin masih manja dan senang merajuk.

Ahhh rasanya sudah sejuta tahun aku tak melihatnya, aku sadar sekarang betapa aku sangat merindukannya selama ini dan tak dapat kupungkiri aku masih sangat mencintainya.

Aku pun duduk di depannya, aku tak berbicara, hanya memandang bibirnya. Dalam hati aku bertanya masih maniskah rasanya? masih sering menyakitkan kah kata2 yang keluar dari bibirnya? bibir yang kini menyungging senyum itu masihkah sering memaki?
Pandanganku beralih ke mata beningnya yang terkadang bisa mengintimidasi tapi terkadang polos hampa dan sering terlihat seperti tak bernyawa.
Ehmmm…Rambutnya masih tebal dan hanya diikat seadanya. Melihat rambut itu membuat debar jantungku makin keras, ada tanya menyeruak: lelaki manakah yang beruntung mengusap rambutnya setiap malam atau setiap saat ketika ia lelah dan menjadi manusia biasa yang berkeluh kesah dengan air mata?

Pipinya….ehmmm dadanya…

Ah SIAL kenapa harus lagu itu yang terdengar…

"aku ingin bercinta karena mungkin ada kamu disini aku ingin…"

Dia sama sekali tak sadar akan kehadiranku. Dia masih sama seperti dulu, buku bisa membuatnya lupa  dunia sekelilingnya. Aku tak mau mengganggunya, tapi aku sangat ingin menyapanya. Maka kupanggil namanya, nama kecilnya, nama yang selalu ku teriakkan ketika aku berada di ujung…dan ingin menggapai nirwana…

"LALA"

Dia mendongakkan kepalanya, mata bening itu kini memandangku, terkejut melihat seorang ex-laki2 terbaiknya kumal dan terlihat seperti tak pernah tersentuh air seumur hidupnya.

"Hai…"

Sejenak aku bengong, dia tampak merenung hanya senyum menawan yang bertengger di bibirnya. Mungkin memang malam ini dia sengaja ke cafe ini dengan harapan akan menjumpaiku seperti biasa dan ketika dia benar2 menjumpaiku dia terkenang asam manisnya menjalani hari2 bersamaku.

"Apa kabar?"

Dia menyapku. Aku tak ingin melepas tangannya. Bahkan klo saja aku punya borgol, aku akan mengikatnya hingga menyatu dengan tanganku dan jangan harap aku mau melepasnya. Tapi kenapa dia tampak jauh untuk dijangkau? Bahkan walaupun dia kini ada di hadapanku dengan tangannya ada di genggamanku, dia seperti meronta-ronta ingin melepaskan diri…

Aduh kenapa lagu itu lagi seh?

"aku ingin bercinta karena…"

Basi-basi pun tak bisa dielakkan, sampai pembicaraan itu tak terhindarkan.

DIA:
"aku berpikir aku akan merana, terpuruk ketika tahu kembali dengan seorang wanita yang kau perkenalkan sebagai istri. Hanya Tuhan yang tahu kenapa aku masih bisa tersenyum sekarang"

AKU:
"Jadi kabar dia bagaimana?"

DIA:
"Baik, istrimu?"

AKU:
"Sebentar lagi seorang jagoan akan lahir di rumahku"

Dia terkejut dan rasanya tak GR klo kubilang ada luka di matanya. Ah mungkin dia berpikir seharusnya dia yang jadi ibu dari putra-putriku.

DAN AKHIRNYA: Setelah sekian lama akhirnya aku berhasil mengungkapkannya, walaupun seperti dia bilang ‘GOMBAL’ dan kita sama2 tahu: bahwa kita hanya 2 orang pemain yang kebetulan jatuh cinta dan mengalami nasib tragis, hanya karena kata C yang terlambat diungkap.

Dia bercerita tentang kekasihnya, tentang kesepiannya setelah tak bekerja lagi, tentang hobi chatingnya yang dia bilang:
"aku bisa gila klo gak chating sehari saja"

Kutawarkan diri sebagai obat sepinya. Tapi seperti yang telah kuduga dia menolaknya (namanya juga usaha :d).

Dan aku pun bercerita tentang bagaimana aku melewati malam dengan bayangan dia di otakku, bagaimana akhirnya aku bisa menyentuh istriku dan tanpa sadar ku sebut namanya yang tentu saja menimbulkan genangan air di mata istriku.

Bahkan yang paling memalukan ku ceritakan padanya. Aku bercerita tentang usahaku mengintipnya dari balik meja kerjaku, memandangnya sambil pura2 mengetik, sempat melihatnya ketika dia meneteskan air mata di depan komputer yang waktu itu aku berpikir ‘dia masih terluka mengingatku’…(mendengar cerita ini dia tertawa, tepatnya menertawakanku, cukup untukku menyimpulkan apa yang ku pikirkan tak sama dengan kenyataan sebenarnya yang dia hadapi saat itu).

Aku tak percaya di hadapan dia aku bisa bercerita tentang penderitaanku, derita cinta yang kandas karena ketidaktegasanku untuk meyakinkan dia bahwa dia juga mencintaiku.

Aku sempat bilang padanya, klo saja bisa memutar waktu, aku akan bilang kata C itu sejak pertama kali bertemu dengannya dan bukannya menjadikan diri masing2 sebagai sampah untuk petualangan2 gila bersama sekelompok boneka2 mainan kami.

Cerita menyakitkan ku dengar dari mulutnya, dia yang berencana menjawab kata C yang sering terlontar dari mulutku dengan kata C juga kalau bertemu lagi denganku sampai dia berniat mengenalkanku dengan ibunya. Tapi akhirnya dia harus menghadapi kenyataan: aku datang bersama seorang istri.
Dia bercerita bagaimana dia merasa kehilangan sahabat berbagi suka dukanya, rekan kerja seperjuangan, sahabat bermabuk2an, sahabat yang paling terbuka dengan semua makian yang terlontar dari mulutnya. Dia juga bercerita tentang bagaimana resahnya dia harus menghadiri resepsi pernikahanku seorang diri. Sampai kemudian dia memutuskan untuk mengundang tunangannya untuk pamer padaku bahwa dia baik2 saja.
Sampai akhirnya kejadian itu tak terelakkan, bukan aku yang mencintainya dan yang dicintainya yang membuatnya meraih nirwana, tapi orang lain yang tak dicintainya dan tak mencintainya.

Pukul 1:30 waktu malang aku mendapat telpon kangen dari istriku. Aku dapat menangkap tatapan iri, tangannya diremas2 gelisah. Ah…dia cemburu! Pada akhirnya sama saja: aku harus kembali pada realita dia sudah tak terjangkau lagi.

Akhirnya aku berpamitan dan dengan basa-basi dia menawarkan diri untuk mengantarku. Mungkin dia mengira aku akan menolaknya, tapi dia keliru aku tak akan pernah melewatkan sedetik pun kesempatan untuk bersama dengannya (lagi). Walaupun itu artinya aku terpaksa berbohong klo aku tak membawa kendaraan.

Satu hal yang kuduga dia menepikan kendaraannya di sepotong jalan yang membisu. Ku pikir ini akan jadi awal affairku dengannya. Tapi ternyata aku salah. Dia hanya…

"tolong katakan sekali lagi"
"apa?"
"pliss, kau tahu?! aku akan menjawabnya sekarang…"
"I LOVE U"
"I LOVE U TOO, Thanks"

Dia genggam tanganku, menciumnya dengan tulus (kata hatiku: bukan tanganku sayang, tapi bibirku...:d). Sepertinya beban di hatiku menguap dan aku pun tahu dia lega telah mengatakannya! Walau mungkin perasaannya tidak sama seperti dulu, ketika tak ada orang lain yang ada di antara kita.

Di akhir perjumpaan kami, aku sempat bilang padanya:
"aku punya permintaan, klo kau pernah mencintaiku dulu, dan jika kini kau dekat dan nyaman dengannya, tolong katakan saja padanya bahwa kau juga mencintainya, jangan terlambat mengatakannya"

Aku ingin sekali mengecup dahinya, hanya sekedar untuk mengenang wangi rambutnya dan mungkin kecup perpisahan…
Tapi yang ku lakukan hanya tersenyum, menyentuh bahunya, bahkan kata terima kasih karena telah mengantarku tak bisa kuucapkan.

Aku melangkah pergi, bukan hanya dari mobilnya, tapi juga dari hidupnyua, dari hatinya…

"selamat jalan permaisuri hatiku, semoga damai hidup keduamu disana…"

Aduh b-( lagu apa lagi seh itu? bikin tambah mumet saja…

—————————————–

Epilog:
kau tahu teman? malam berikutnya aku hampir memindahkan meja kerjaku di cafe itu, berharap dia akan ada di sana lagi…tapi dia tak pernah ada lagi di sana…
Dia benar2 pergi dan memang itu yang terbaik untukku dan untuknya. Dia memang sudah tak bisa kusentuh lagi…dia telah pergi…dia yang pernah menjadi bidadariku kini tak tersentuh lagi.

BEAUTY IN THE DARK

Friday, October 12th, 2007

Hari ini, keadaanku makin parah! Aku hampir tak bisa melihat, selain karena benjol besar di sekitar mataku sebagai akibat dari gak tidur dan nangis sepanjang hari, aku juga tak memiliki harapan untuk melihat kecerian dalam hari2ku.

Tapi, sepertinya aku sudah terbiasa dengan keadaan ini. Aku pun mulai memakai kacamata hitam untuk menghindari lirikan aneh dari orang2 yang penasaran terhadap mataku. Itu cukup membantu, karena selain mataku, secara fisik tak ada yang berubah dari diriku. Aku masih punya senyum yang bisa kupamerkan pada dunia, aku juga masih punya tawa yang bisa kuperdengarkan pada dunia. Walaupun, mungkin orang hanya melihat fatamorgana dari senyum dan tawaku.

Aku terus berusaha tabah, aku yakin di dunia ini masih ada alasan untukku bertahan. Aku sudah melewati banyak cobaan: diusir dari rumah, hampir mati di ICU, ditinggalkan orang2 yang kucintai…Aku yakin saat ini pun aku bisa bertahan, aku tahu aku bisa. Aku sudah beberapa kali lulus dari ujian hidup. Kali ini pun aku pasti bisa melewatinya. Walaupun sendiriannnn….

Aku memang tak bisa lagi menutup mata, keadaanku sudah benar2 menyedihkan: dibuang, ditelantarkan…tapi itu tak apa2, karena dunia memang sudah sunyi sejak aku memutuskan untuk menghindar dan menyendiri. Jadi aku pasti baik2 saja.

Kenyataannya memang aku payah, tak berguna dan hanya merepotkan. Karena itulah aku terus menghindar! Tapi sekarang aku harus menghadapinya! Walau memang sepertinya semua jalan tertutup untukku! Tapi cahaya itu pasti ada. Aku tak mau kembali menyerah pada kegelepan. Aku harus bertahan setidaknya agar esok aku masih bisa menghirup bau matahari.

Tidak Teman, tak ada satupun yang bisa menolongku, kecuali Sang Maha Pemilik Hidup! Biar Dia yang menunjukkan jalan untukku keluar dari kesunyian.

Sementara itu, ada sebagian dari diriku yang menyerah. Kubiarkan meleleh menjadi butiran air mata. Aku berteriak, melolong, memanggil semua orang. Kubiarkan sebagian dari diriku terhanyut dalam kesedihan sebagai suatu kewajaran: aku manusia yang di saat2 tertentu masih bisa menjadi lemah. Maka kubiarkan sebagian diriku merengut sedih dan sebagian yang lain menutupi dengan senyum palsu.

Tapi jika suatu hari aku tak bisa bertahan sampai kalah dan menghilang aku ingin memohon untuk orang2 yang menyaksikan dan membaca kisahku:
‘tolong, kenang aku sebagai seorang anak yang baik, sebagai sahabat terbaik, sebagai saudara terbaik, dan sebagai kekasih terbaik’
‘tolong jangan mengenangku sebagai anak nakal, sahabat terpayah, saudara menyedihkan, ataupun kekasih yang tak berguna’

TERIMA KASIH TEMAN!
Atas segala dukungan ketika aku ada dan tersenyum pada kalian.
Jika sampai aku pergi bukan karena aku mau dan bukan karena aku sanggup, tapi karena aku harus dan terpaksa!
Suatu hari aku pasti menemukanmu Teman!
Suatu hari aku pasti menemuimu Kekasih!
Saat itu kau akan melihat aku yang tercantik dan terbaik. Bukan lagu manusia payah, tidak berguna dan hanya merepotkan!
Tolong juga sampaikan maafku pada mereka yang telah kusakiti….

Kau tahu kan Teman? Seperti kalian aku tak ingin hidup dalam kegelapan!

10-10-07, 01:10 Malang Meriang

U MAKE ME SAD U MAKE ME FEEL LIKE IDIOT!

Thursday, October 4th, 2007

01:04
setelah bengong dan berusaha konsentrasi
pada apa yang kubaca dan kudengar,
akhirny a tangan raksasa itu pun datang:
meremas.. .memukul…menghancu rkan…

aku menutup mata, menahan
sakitnya. ..perihnya…
kuk uatkan diri dan kembali berdialog
dalam lamunan, sampai kemudian
pertahan anku jebol…aku terisak, perih
sekali! kusebut setiap nama yang
kukenal, sampai akhirnya aku merepet ke
pojok ruangan, memeluk lutut,
menumpahka n air mata dan kembali
berdialog dengan kesunyian diiringi
isakan yang menyakitkan!

tak ada kantuk, hanya kesedihan…
:-j bahkan kesedihan pun harus kubeli
dan amat mahal…kumaki2 diriku:
stupid… idiot…malu2in…
‘aku tak pantas bersedih seperti ini’
‘tak ada lagi yang bisa melukaiku’

02 :00
masih terisak!!!!
kutut upi wajahku dengan bantal untuk
meredam suara tangis sampai aku sesak
dan berharap tak ada lagi oksigen yang
bisa kuhirup!
kenapa seh rasanya sakit banget?
jadi ini rasanya ‘tak berarti’?
jadi ini rasanya ‘berharap sendiri’?
bodoh banget seh harus menunggu seperti
ini! toh aku tahu aku akan tetap
sendiri! bahkan sepotong mimpi pun tak
bisa kumiliki!

02: 46
aku menyerah, aku kalah, aku akan
pamerkan kesedihan ini, tak berharap
akan dimengerti, hanya ingin ada yang tahu!

03:15
akhirnya penyesalan itu datang!
harusnya aku kembali menjadi kepompong,
bersem bunyi dari matahari! terus
bersandiwar a…
harusnya tak ada yang tahu betapa
bodohnya aku: semalaman menikmati air
mata dan menunggu!
harusny a air mata ini tak ada yang melihat!
harusnya tangis ini tak ada yang mendengar!
biar kesendirian ini begitu sempurna
untuk kunikmati!

– -Malang Meriang—
Awal Pagi 4 Oktober 2007

LUKA INI AKU YANG BUAT

Wednesday, October 3rd, 2007
  "jika kita harus berpisah, bukan karena
aku mau, dan bukan pula karena aku
sanggup, tapi karena harus…ato terpaksa"

(Ro na Hidup Rona, Mia Arsyad)

tapi jika kita harus berpisah, aku
takkan pernah bilang apa2 padamu, bahkan
kata maaf sekalipun, aku akan pergi
tanpa kabar, tanpa pesan, karena aku
ingin sejenak kau merasakan bahwa aku
disampingmu lebih baik daripada hilang
tanpa jejak…

mema ng aku takkan pernah sanggup untuk
meninggalka nmu dan aku tak mau (sungguh)
tak ingin berpisah
denganmu…
tapi saat itu akan tiba, suatu hari dan
aku harus (terpaksa) pergi tanpa
meninggalka n apa2 untukmu, hanya
sejumput kenangan yang mungkin dalam
sehari sudah kau lupakan!

jang an berkelit sayang! aku sungguh2
tahu dan mengerti bahwa apa yang
kurasakan selama ini hanya fatatamorgana
yan g keindahannya hanyalah tipuan alam…
aku mencintaimu dengan cara yang tak
akan kau mengerti…
tapi itu tak amat berarti jika kau tak
punya perasaan yang sama…

lihat saja kita sekarang! hari2 kita
lalui dengan caci maki, dengan
pertengkar an! ok lah aku tak mau
sedikitpun (lagi) menyalahkanmu…

aku yang salah yang tak bisa memberi
kebahagia n itu untukmu!
aku yang salah sehingga kau tak betah
ada di sampingku!
aku yang salah sehingga kau berpaling
dan menghianatiku!
ak u yang salah tak bisa banyak berkorban
untukmu !
aku yang salah yang tak bisa menolongmu
ketika kau sedang payah dan
butuh semangat!
aku yang salah yang selalu egois dan tak
pernah memikirkan apa yang kau rasakan!
aku yang salah karena sering
menyalahka nmu ketika aku kesal ketika
aku marah…

jadi sekarang gimana sayang?
bukankah akan lebih baik jika aku pergi
tanpa pesan?

atau mungkin sebaiknya aku tutup mulut
saja ya?
aku diam dan merasakan sakit ini sendirian!
karena luka ini aku yang buat!

– —luka ini aku yang buat—–

Malang Meriang
3 Oktober 2007

SAHABAT: SI CANTIK MENGALAMI KRISIS PD

Wednesday, October 3rd, 2007

ehmmm aku? ah aku hanya seorang SAHABAT, sahabat yang kebetulan menjadi
saksi hidup dari perjalanannya. tapi mungkin lebih tepatnya aku hanya
sekedar tempat sampah yang kadang2 didatanginya ketika kotoran mulai
berjubel dan tak tertahankan lagi olehnya…

ya dia, dia si cantik yang sedang kubicarakan ini, masa kau tak mengerti teman? si cantik menyakitkan itu…
ya
ya ya kau boleh protes teman: tak baik membicarakan orang ketika
rhamadan…ah tenang saja aku hanya menulisnya dngan tangan bukan
bicara dengan mulut, kau mengerti kan teman?

ehmmm jadi si
cantik ini selalu datang padaku ketika dia membutuhkan tempat sampah,
ah aku memang bukan orang terdekatnya. karena setahuku si cantik tak
pernah dekat dengan siapapun di dunia nyata maksudnya.

dan malam
itu dia datang padaku, mengeluh kesana kemari, bercerita tentang semua
hal yang membuatnya selalu ingin terjun dari jembatan soekarno-hatta,
ya kini aku tahu apa yang selama ini diceritakannya pada kalian di
dunia maya, ya itu tentang lukanya cinta menyakitkan atau apalah yang
menjadi bagian dari dunianya yang lain itu.

seperti biasa aku selalu patuh mendengarkan, tanpa menyela, dan ketika akhirnya aku harus berbicara, kukatakan padanya:
KAU TIDAK PERCAYA DIRI

hampir
saja bola matanya keluar, dia sungguh terkejut, berani taruhan deh
sebelumnya belum ada yang mengatakan tentang hal itu padanya. dan
sebagaimana orang sombong lainnya dia membantah dengan mengatakan
ini-itu tentang "tak mungkin ia mengalami krisis PD, karena dia selalu
berani bla bla bla bla"

kau tahulah teman apa yang dibilangnya? takkan kuulangi karena aku tak mau membantunya menjadi lebih sombong lagi.

dan inilah yang kugunakan untuk membenarkan perkataanku tentang krisis PD yang dialaminya:

–kau
boleh cantik, tapi itu tak berharga bila kau mencintai orang yang
selalu kau curigai ‘bersama wanita lain’ karena itu membuktikan dirimu
tidak cukup cantik untuk membuat orang yang kau cintai betah di
sampingmu.
ok ok aku tahu dan cukup tahu seperti ceritamu ‘trauma babu hongkong’ membuatmu tak mempercayainya lagi.
klo
begitu kenapa tak kau tinggalkan saja dia? kalo kau merasa cukup cantik
kau pasti akan mendapatkan lelaki yang lebih dari dia? tapi kenapa kau
bertahan di sampingnya? karena kau tak cukup percaya diri untuk
mendapatkan lelaki yang lebih baik dari dirinya.
(si cantik diam)

—kau
mungkin punya segalanya, tapi kamu sadar kan semua tak bisa dibeli,
atau mungkin ada yang menjual cinta sejati tapi kau tak akan sanggup
membelinya, kenapa? karena kau tak akan bisa menerima cinta yang lebih
besar dari harga yang kau tawarkan padanya. klo pun kau bisa
membelinya, itu membuktikan bahwa dirimu tak mampu mencintai seseorang
yang membalas cintamu dengan tulus tanpa melihat apakah kau sedang kere
atau sedang berlebihan harta, hingga kau bingung menggunakannya
bagaimana. tapi sayang kau tak percaya diri karena satu2nya yang kau
inginkan (yaitu ketulusan) tak bisa kau dapatkan…
(si cantik terperangah)

—ok
lah kamu mungkin pintar, IP kamu sekian…sekian…kamu bisa menguasai
orang hanya dengan satu kalimat saja, tapi buat apa pintar klo itu
membuatmu meremehkan orang lain, semena2 mengejak orang lain karena kau
merasa punya IQ lebih dari yang lain…klo kau cukup pintar kau takkan
bersikap seperti itu, karena kau sadar tanpa kau mengejek orang bodoh
pun kau tetap pintar. terlepas dari orang lain bodoh atau tidak. kau
tak percaya diri karena ternyata kau tak cukup pintar untuk
mempertahankan orang yang kau cintai ada di sisimu, buktinya dia sempat
menghianatimu, hingga yang bisa kau lakukan cuma memakinya setiap saat.
(si cantik manyun)

so, jangan bilang kau tidak mengalami kriris PD padaku!

jangan datang padaku lagi sahabat, kecuali kau sudah cukup PD untuk menghadapi luka2 tolol yang kau buat sendiri!

-itulah yang kukatakan padanya-

ok aku
tahu teman, pasti kau berpikir aku terlalu keras padanya, tapi kupikir tak apalah untuk kebaikannya ini.

MAlang MEriang
28 September 2007

SI CANTIK DARI JEMBATAN SOEKARNO-HATTA

Wednesday, October 3rd, 2007

aku kembali ke sebuah sudut ruangan,
luas teramat luas, tapi terasa mencekik
karena sunyi yang mencekam.

setiap detik kunikmati dengan getar
gelisah yang kuharap bisa membunuhku…

setiap cahaya yang masuk ke sudut
ruangan tempatku bersandar lelah
menunggu, ku harap menjadi serombongan
malaikat maut yang menjemputku untuk
bersandar di ruang dimensi yang lain.

andai saja aku tahu klo canda tawa
bersama sekelompok  wajah2 mungil di
suatu siang adalah canda tawa terakhir
yang ku temui, mungkin akan kuciptakan
sejuta canda setiap siang bersama mereka.

andai saja aku tahu klo ciuman selamat
malam di suatu pagi buta adalah ciuman
terakhir yang kudapat dari sisa2 kasih
sayang seorang manusia yang menjadi
perantara aku ada di dunia, mungkin akan
ku habiskan seumur hidupku untuk
mematuhinya…

andai saja aku tahu amarah yang kudapat
di suatu senja adalah amarah terakhir
yang kudapat darinya,
akan kuhabiskan
seumur hidupku untuk mendengarkannya…

hampa….
sunyi yang membunuh…
ketika aku berkelit darinya…
kudapati diriku di sudut sebuah jembatan…
aahhhh klo saja ku putuskan untuk
sekedar menengok ke dasar jurang itu…
mungkin akan ada pengganti si manis dari
jembatan ancol…
ohhh mungkin nanti aku akan beken
sebagai si cantik dari jembatan
soekarno-hatta…

sebuah tawa terdengar garing…
aku pun melangkah, sampai di suatu rumah
kuintip penghuninya…
ahhh "sudahlah sayang, kamu sebatangkara"
aku tak percaya aku bisa homesick
seperti ini, bahkan aku tak pernah
berpikir ketika pergi dari dekapan orang
tua aku akan merindu mereka seperti aku
merindu cahaya di saat gelap…

pernah ku telpon seseorang ketika
saatnya sahur, kemudian ada suara yang
memanggilnya ke meja makan…
nyaris saja aku berteriak agar aku
diajak juga, tapi kemudian aku sadar itu
tindakan gila,
karena ternyata aku
bermil2 jauh darinya.

aku sudah mencobanya teman, aku kembali
ke dunia nyata, aku tertawa bersama
segerombolan teman, aku bermain bersama
sekelompok kawan, bernyanyi, berpesta,
menikmati kebersamaan, tapi tak ada yang
sanggup menemaniku ketika sunyi sudah
demikian menyesakkan dada…

dan malam2ku, dinihariku ku lalui tanpa
kantuk…hanya mata nyalang dengan otak
yang mengembara ke setiap drama
kehidupan yang kujalani…

pernah kususuri jalanan,ketika ada
kendaraan dengan kecepatan tinggi
menghadangku, santai aku
menyambutnya…ajhhh ‘hampir saja’ aku
ringsek bersama kendaraan yang kubawa…
sayang, kendaraan itu tak lebih cepat
menghampiriku…

lihat malam ini, aku kembali mengembara
di dunia maya, menuliskan malam2 di
jembaran menuju dimensi lain kehidupan…

bahkan ketika setiap detik otakku penuh
dengan bayangan seseorang yang merajai
hatiku, tak sedetik
pun ia mengingatku…

orang menyedihkan macam apakah aku ini?
menguras air mata di sepertiga pagi,
curhat pada Sang Maha Pemilik Hidup…
tapi setengah doa kupenuhi dengan
gugatan, kenapa aku yang harus sendiri?
kenapa aku tak pernah bisa memutuskan
hal yang benar? kenapa aku harus
menjalani hidup dalam sunyi? kenapa
hari2ku penuh dengan kebahagian maya?
(Ya Allah Mohon AmpunMu)

jika saatnya tiba, aku ingin dikenang,
tapi bukan sebagai si cantik dari
jembatan soekarno-hatta, aku hanya ingin
dikenang sebagai seorang anak yang
merindu pelukan tulus, aku ingin menjadi
peringatan bagi anak2 yang memberontak
dari dekapan orang tua,

"keluar dari rumah berarti siksaan sunyi
siap menghadang!"

–ntah pagi, ntah masih malam, ketika
penantian sebuah suara membuat malam
makin menggila–

SATRIA BILANG: SI CANTIK GILA

Wednesday, October 3rd, 2007

Hai Teman, kenalkan namaku…ehmm,,panggil saja aku SATRIA. Ya…kau
pasti tahu itu cuma nama samaran. setidaknya ketika aku menulis ini aku
masih sadar bahwa cara yang paling tidak memalukan untuk mengemukakakn
perasaanmu adalah dengan berpura-pura menjadi orang lain.

saat
ini aku sedang magang (sebutlah begitu) di sebuah instansi pemerintah
di kota C. Masalahnya ketika sedang kerja aku sering diteror oleh
seorang cewek yang selama ini mengaku sebagai kekasihku…

ok..ok…jadi
sepertinya aku ingin berbagi rahasia denganmu teman, kau tahu kan
"tentang perasaanku"? tepatnya perasaanku pada seorang wanita. Ya tentu
saja kau tahu siapa wanita itu, kalian mengenalnya sebagai SI CANTIK
MENYAKITKAN…oh sudahlah jangan tertawa seperti itu teman, dia memang
menyakitkan, gak percaya? baca saja buletin ini sampai selesai. Maka
kau akan tahu bagaimana menyakitkannya dia.

Terus terang aku
cukup tersanjung ketika pertama kali dia bilang dia mencintaiku,
sedangkan perasaanku padanya biasa2 saja. secara gw punya cewek waktu
itu. Tapi memang harus ku bilang dia istimewa dan beda dari cewek2 yang
ku kenal, dia baik (sangat baik) dan dia mencintaiku apa adanya,
walaupun dia kadang2 banyak menuntut. tapi itu wajar kalo mengingat apa
yang sudah dia lakukan untukku.

Tentu
saja keistimewaannya itu bukan termasuk kegilaannya yang suka
pengumuman di setiap komunitas klo aku pacarnya. untunglah ada
seseorang yang memberitahu klo itu hal gila yang tidak seharusnya
dilakukan oleh seseorang yang sedang jatuh cinta. setidaknya kan ada
aturan bahwa kita tdk boleh terlalu memperlihatkan perasaan kita walau
bagaimanapun kita cinta mati sama seseorang, karena siapa tahu akhirnya
ada yang memanfaatkannya, apalagi dia wanita. tapi kupikir aku memang
memanfaatkan kegilaannya. dan kau tahu teman? aku sempat illfeel sama
dia.

pada akhirnya aku harus memilih: si cantik atau cewekku
yang pertama (sebutlah namanya si putih). awalnya aku berlaku seperti
bajingan dengan mengatakan pada si cantik bahwa aku sudah tak ada
hubungan lagi sama si putih, padahal sebenarnya aku masih contact sama
dia. sedangkan sama si putih aku bilang bahwa si cantik hanya
mengejar2ku saja dan tak pernah kugubris.

satu
hal yang tak terduga ketika si cantik mengetahuinya,dia tidak
mencampakkan aku, bahkan dia ‘mengemis’, memohon padaku agar aku tak
meninggalkannya. kau tahu teman? dia memang gila, tepatnya gila karena
mencintaiku.

Ke-bajingan-ku berlanjut (mungkin karena aku tahu
dia tak mungkin meninggalkanku, secara dia cinta mati gitu) ketika
seorang wanita lain menyatakan cintanya padaku. padahal kau tahu teman?
wanita itu pacar temanku. jadi keadaannya waktu itu aku memiliki 3
cewek, keren kan?

Si cantik mengetahuinya, perssisnya aku
ketahuan, dia menangis, dia memaki2 dan saat itulah aku sadar
(sedikit): tidak akan ada yang mencintaiku seperi si cantik
mencintaiku. jadi karena aku tahu sangat menyakitkan bagi si cantik aku
memutuskan hubungan dengan dua wanita itu dan aku memilih si cantik.
Apakah itu cukup buatku? rasanya tidak! dan apakah aku mencintainya?

Jawabnya: NTAHLAH. Klo aku mencintainya aku tak akan menghianati dia,
dan klo aku mencintainya aku akan menerima telponnya, dan bukannya
menghindar dengan seribu alasan yang aku tahu dia tahu aku cuman
berbohong.

tapi memang akhir2 ini aku sedang sibuk dan si
cantik terus saja menggangguku, membuatku tambah stress saja. apalagi
ada masalah keluarga yang tak bisa kuceritakan pada siapapun, dan si
cantik tak henti2nya merecokiku…ah mungkin masalahnya aku sudah muak
dengan sikap posesifnya. walaupun memang wajar kalo dia posesif seperti
itu, mengngat aku terus2an menyakitinya. padahal aku sudah sering
meyakinkan dia bahwa aku sudah berubah. tapi itu tak cukup baginya, si
cantik selalu membahasnya, membuatku ingin membungkam mulut embernya.

Bahkan
kau tahu teman? dia selalu punya skenario cerita "versi curiga" klo
sikapku dianggap aneh sama dia, seperti misalnya ketika aku tak
menerima telponnya, dia bilang aku sedang bersama cewek lain. ahhh yang
benar saja aku kan sedang di kamar mandi. belum lagi usahanya untuk
menyuruh orang memata-mataiku..ahhh dia memang benar2 gila (atau memang
setiap cewek gila seperti itu klo benar2 sedang jatuh cinta?)

masalahnya
aku cukup sering kena masalah gara2 kegilaanya itu, seperti waktu dia
bermasalah dengan temanku, dia melibatkan diriku di dalamnya. teman2ku
yang lain langsung illfeel sama si cantik, ya masalahnya dia tak
henti2nya memaki2 seperti orang gila dan menyangkut pautkan satu
komunitas tertentu. baru2 ini dia membobol id salah satu mantanku, si
putih itu, dan tentu saja aku yang kena, karena si putih gak kenal sama
si cantik. dan kenalnya sama aku si satria ini. padahal aku sudah tak
berhubungan lagi sama si putih. tapi dasar si cantik menyakitkan, dia
tak berhenti membenci si putih, karena menurutnya membuat cacat cintaku
padanya. bahkan gilanya saking bencinya dia pada si putih, dia
memusnahkan segala hal yang berwarna putih. dia membakar, merobek,
membuang semua benda miliknya yang berwarna putih.

satu
hal lagi tentang si cantik, dia menderita insomnia akut, dan tentu saja
akibatnya aku yang jadi korban. bayangkan tengah malam dia
menghubungiku, dan dia bicara tanpa henti di telpon sampai shubuh. aku
tak berbohong tentang itu (walaupun aku seringkali membohonginya)…dia
bicara sepanjang pagi…dan itu terjadi SETIAP HARI. dan sebagai
kekasih yang baik yang sudah tobat dan bukan lagi seorang bajingan aku
menemaninya mengoceh sampai pagi sampai telingaku terbakar karena
panasnya HP yang menempel di kupingku.

Kau tahu teman? aku sangat lelah.

Nah
teman, kalo kau lelaki dan punya pacar gila seperti itu, wajar kan kalo
aku menghindarinya, walau bagaimanapun dia baiknya padaku, itu tak
sepadan jika aku harus tertular virus schizofhrenia yang bisa membuatku
terdampar di RSJ.

memang
seh sepertinya malah aku sudah beradaptasi dengan kecerewetannya,
cerita2 gilanya, kecemburuan dan kecurigaannya…tapi tetap saja aku
harus menghindarinya dan mungkin meninggalkannya KARENA AKU TAK MAU
GILA seperti dia.

jadi cantik, jangan salahkan satriamu ini jika pada akhirnya kau juga ku campakkan.

——————————

coment:
mudah2an jadi bahan introspeksi untuk si cantik siapapun dia adanya:
bahwa mencintai berarti "mengerti, tidak banyak menuntut, dan tidak
menunjuukkan berapa besar cinta kita padanya, karena itu berarti kita
harus bersiap2 untuk dimanfaatkan"

:-*:-*lukanya cinta menyakitkan:-*:-*

Malang Meriang
22 September 2007

DIA ADA DI CERMINKU

Wednesday, October 3rd, 2007

aku melihatnya di sebuah cafe, datang mengendarai sebuah jazz merah,
dengan mata sayu-nya seperti biasa, dan selalu tampak kesepian…

dia
sedikit aneh menurutku, karena dari sekian cafe kenapa memilih cafe
yang semua pengunjungnya laki2, sedangkan dia seorang wanita dengan
jins selutut dan sweater yang tak cukup melindunginya dari dinginnya
malam, tepatnya dia satu2nya wanita yang ada disana, dia selalu
termenung di mejanya, memesan minuman yang selalu sama ‘chococino’ dan
nasgor lengkap dengan telur dan sosis…

kira2 sudah seminggu
dia selalu disana, memesan makanan yang sama di meja yang sama dan pada
jam2 yang sama sekitar pukul 10-12 malam, terkadang dia menelpon
seseorang, dan aku tahu persis dia menelpon seorang laki2 yang
dipanggilnya ayah dan dia menyebut dirinya bunda, cukup untuk
memastikan bahwa mungkin dia sudah bersuami, membuatku selalu tak
berkutik untuk menyapanya,

suatu malam pernah kulihat juga
seorang lelaki menyapanya, dan tampaknya dia kenal dengan laki2 itu,
kulihat dia tersenyum, berbasa-basi dan berusaha mengusir lelaki itu
dengan halus, dan jelas sekali dia merasa terganggu. Sempat kudengar
satu kalimat darinya:

"ya ampun, fans-ku udah nambah lagi neh? aku tahu kamu ngikutin aku terus kan?"

mungkin
dia tipe wanita yang digilai seribu kaum adam, tapi dia tak pernah
menerima satu pun perhatian dari mereka, dan tampaknya dia hanya
menginginkan seseorang dalam hidupnya, hanya seorang…

aku tak
tahu kenapa dengan "seseorangnya" itu? karena kupikir dia tak
seharusnya berada disini, merenung, mengurai lamunan yang tiada akhir,
sendirian dan kesepian, tapi masih lebih baik daripada dia di jalanan
mengendarai jazz-nya dengan kecepatan tinggi, ato berada di ruangan
remang2 yang penuh dengan manusia kehilangan akal karena minuman dan
menggoyangkan tubuhnya tidak karuan.

Pernah kutemui juga dia di
salah satu bilik sebuah warnet, dengan muka berseri2 tapi satu jam
kemudian dia sudah terlihat bosan. terkadang menyanyi tanpa memedulikan
orang2 yang memandangnya aneh. dia benar2 menikmati dunia mayanya. tapi
dia tak bisa berbohong dengan rutinitas membosankannya itu. dia tak
bisa berbohong pada dunia, pada teman2nya: DIA KESEPIAN.

Kudengar
dari seorang kawan dia termasuk jajaran mahasiswa beken di salah satu
PTN negeri di kota ini. seharusnya dia punya banyak kawan untuk
menemani malam2nya yang menyedihkan itu, seharusnya dia punya kekasih
yang bisa memeluknya ketika dia gelisah tak bisa menutup mata,
seharusnya dia bisa menikmati masa2 indahnya sebagai seorang wanita
muda dengan segala fasilitas yang dia punya.

Ahhh…mungkin
dia memilih kesepian, dan menjadi kepompong tanpa berniat untuk menjadi
kupu2. Dia memang pengecut, selalu berbalik kembali ketika ada jurang
yang mengganggu perjalanannya, tak pernah sekalipun dia berusaha
menciptakan jembatan agar bisa menyebranginya.

cantik…sungguh
dia cantik, tapi teramat menyakitkan bila dia mencintai,d ia menjadi
buta, dia posesif, dia menjadi seekor sapi dungu  yang culas dan
menyedihkan, diapun memilih sendiri, melewati malam, berkeliaran di
dunia maya dan di cafe yang sama, di tempat duduk yang sama dan jam
yang sama, tapi dia sangat mencintai "seseorang" dan terlalu takut
untuk kehilangan.

ahhh aku terlalu banyak bicara, padahal seharusnya aku tak tahu apa2 tentang dia,

aku
melirik sebuah cermin, kuamati bayangan yang ada disana, kulihat "dia"
disana, dengan mata sayu dan selalu tampak kesepian. dia benar2 ada di
bayangan cerminku.

"Malang Meriang"
5 September 2007