TRILOGI BIADAB: PRINCE FUCKER (PART II)
18 Agustus 2007
Prolog:
Sakit…
Bayangan mereka telah menyatu dengan sel2 memori di otakku,
Rasanya lebih sakit ketimbang pengakuan seorang wanita pada cinta pertamaku,
Bahkan lebih sakit daripada menghadiri resepsi pernikahan cinta keduaku…
Di depan mataku mereka bercumbu DENGAN SENGAJA!
Hampa…
Aku benar2 sendirian, tanpa kawan…
Ternyata memang lama sekali aku tak bersandar di sebuah bahu,
Lama sekali tak kujumpai seorang yang menghapus air mataku…
————————————————-
Dia datang, bersimpuh di kakiku, menangis di pelukan, tak pernah kujumpai dia tersedu seperti itu, bahkan ketika aku menolak menikah dengannya, dia tak meneteskan air mata, tapi sekarang: Lihat! tetes2 bening keluar dari matanya mengalir di pipi, kuusap air mata itu, kurasakan hangat di jariku…
"begini ya bentuknya air mata buaya?"
dia terperangah…
"maafkan aku, aku hanya mencintaimu, dia bukan siapa2"
"memangnya kapan aku tak memaafkanmu sayang? ketika kau gores luka di hatiku, setiap saat, setiap detik, bahkan di setiap nafas yang kau hirup, tapi aku selalu ada disampingmu, tak cukup berartikah itu?"
"jangan tinggalkan aku!"
"aku mungkin tak mencintaimu, tapi aku berjanji menemanimu di setiap duka dalam kesendirianmu, pernahkah aku meninggalkanmu sayang?"
"itu tak cukup, aku ingin hatimu!"
"HATIKU? hatiku tak bisa kuberikan pada orang yang bersama wanita lain di depanku! Bahkan ketika aku terluka pun kau tak berusaha menolongku, malah kau tertawakan aku, kau maki aku di depannya…"
Ya ampunn… aku gak tahan, aku tertunduk, mungkin ini bukan air mata biasa, ada darah yang mengalir disana…SAKIT…
Kau sayang padanya? TIDAK!
Kau mencintainya? TIDAK!
Lalu kenapa rasanya seperti sembilu di jantungku?
Mungkin karena dia bagian hidupmu, bagian dari luka2 yang tergores di hatimu!
"jadi ketika aku tak disampingmu, kau menemui dia?"
"tidak…"
"jawab yang jujur BankShut!"
"kadang-kadang…"
"ketika kau bilang di suatu tempat dan tak bisa menemuiku, kau bersamanya?"
"kadang-kadang…"
"apa yang kau cari darinya?"
bisu…
"dapat apa dari dia?"
"********************"
"kenapa baru sekarang kalian tunjukkan kebiadaban itu di hadapanku?"
"karena aku ingin kau sadar bahwa kau sebenarnya menginginkanku, sedangkan dia mungkin ingin menunjukkan bahwa aku hanya seorang bajingan"
"Ya Lo Emang Bajingan!"
Apa yang kau mau dariku? Kau mau ragaku bukan? Kau sama sekali tak ingin hatiku!
Kemari sayang…biar kutunjukkan sisi2 beku di hatiku, coba jerat aku sayang, perangkap aku dalam pelukmu, biar kau dengar degup jantung sendu di dadaku…
————————————————-
Epilog:
Kau kecup aku sekali, kan kuberi kau seribu kecupan,
Kau gores hatiku sekali, kan kuberi kau seribu goresan di hatimu…
Ini Ragaku! Ambillah! Perlakukan ia seperti bonekamu! Tapi maaf, hatiku tak bisa kuberikan padamu!