KORBAN KE-1001

7/7/07…ehmm angka yang sempurna untuk mengakhiri satu hubungan!
Bilang saja aku kejam, tega, aku jahanam! Ha…ha…ha…semua itu takkan bisa merubah apa yang sudah terjadi!
Kau menikamku dengan ketidakjujuran, dan kau telah lihat sayang bagaimana aku menyakitimu dengan kejujuranku?
Jangan tanya kenapa ahh…!
Kau punya sejuta teori tentang cinta, tentang kemesraan, tentang penghianatan, dan kau praktekkan padaku seolah aku obyek balas dendam dari lara masa lalu yang pernah kau lalui…
Maaf sayang! aku hanya belajar padamu!
Ha…ha…ha…aku tahu apa yang kau rasakan sayang?
Kau pernah dikhianati, kau bilang itu sakit! Tapi kenapa kau khianati aku? Apa itu yang namanya SAYANG? ITU?
Kau memohon untuk mengizinkan dirimu jadi bagian hidupku lagi! Aku izinkan! Tak tahu kenapa? Ntah itu karena aku yang teramat gila sehingga menerima bajingan dan buaya sepertimu? Atau mungkin aku ingin bermain2 sedikit denganmu? Ntahlah…
Tapi sepertinya telah kupermainkan dirimu dengan kisah cinta yang penuh darah dan air mata! kubuat kau tak tenang! Kubuat kau merintih! ku buat kau berpikir untuk meninggalkan kehidupan (walau mungkin cuma rekayasa…)…
Bagaimana rasanya sayang? enakkan?
Lukanya cinta menyakitkan bukan?
Kau tahu kini sedang berhadapan dengan siapa?
Ehmm…bukankau aku pernah bercerita tentang 1000 korban yang bertekuk lutut dihadapanku, kau pikir karena aku teramat tergila2 padamu aku takkan menjadikanmu korban?
Ha..ha..ha..mungkin aku sudah bosan dengan kebahagian semu yang kurasakan, dan ketika kau tak lagi menantang untuk kutaklukan, ketika (mungkin) kau telah merasakan lebih dari sekedar yang kurasakan…sepertinya ingin kusingkirkan kau dari hidupku, dari malam2ku…
AH…ku akui kau memang bukan korban biasa sayang! Ternyata tak bisa kuenyahkan dirimu dari hidupku dengan satu kalimat saja : "goodbye darling"
Maka sekarang kubiasakan kau tanpa diriku, sepertinya itu juga terapi yang bagus untukku! karena ketika kutanya pada hatiku:
:"> kau masih satriaku sayang, satria yang ingin kusentuh dan kujadikan nyata…
:(( sakit tahu gak seh sayang? ketika aku sampai pada keputusan untuk tak terikat lagi pada cinta menyakitkan, karena sejujurnya aku menikmatinya!
Nikmat rasanya menangis, merintih, berdarah2 ketika kau tikam aku dari belakang!
NIkmat rasanya ketika kenyataan harus kupilih, ketika luka bernanah dan membusuk!
Aku Mencintaimu Sayang! Hingga ingin kulukai kau terus…
Aku menyayangimu Sayang! Hingga ingin kusakiti kau terus…
Ah gilanya cinta…saat kutulis ini pun, air mata berleleran! Tolong sayang hentikan tangisku! Tapi…ohh…jangan…aku menikmatinya!
kenapa sayang? kau tertawa sekarang? Iya aku tahu sayang, korban ke 1001 itu bukan kau, tapi AKU! Sang korban yang menikmati cinta yang menyakitkan!
Ehmm…ayo kita lihat seberapa lama aku bisa bertahan tak mendengar suaramu?
————————————————
Sehari kemudian:
Ahhhh….GAK TAHAN!
0888******* OK…:(( ayah…Bunda kangen…
=)) =)) =)) =)) tetra…tetra =)) =)) =)) sang korban ke 1001 =)) =)) =))
August 1st, 2007 at 4:30 am
Cinta mungkin boleh menyakitkan! tapi ia tak boleh buta hingga membutakan pikiran! Kalo kegilaan itu ada karena cinta pastikan itu seperti pisau yang menggores luka