Archive for August, 2007

SURATNA LALA KANGGO MAMI: KANGEN

Saturday, August 25th, 2007

Malang, 22 Agustus 2007

Kahatur:
    Mami
Di bumi sunyi/kantor nu pasti riweuhna

Assalamualaikum,wr,wb

Mih ini Lala, masih ingat kan Mih? Lala anak pertama Mami yang selalu ngerepotin, nyusahin itu lho.
Mami gimana kabarnya? Masih sibuk ya seperti biasa? Tapi mudah2an aya waktos kanggo maca ‘mail’ istimewa ini.

Lala gi sedih banget Mih, Lala gak bisa tidur, jadinya Lala pengen nangis mulu, Klo malem2 sukanya nangis terusss…Lala sendirian seeh Mih…
Lala kangen banget sama Mami, pengen dipeyuk, pengen di-cun, pengen tidur di perut Mami, he9 jadi inget klo pas tidur kaki Lala ditumpangin di perut Mami, Mami bilang ‘berat’ kaki Lala kayak gajah.hi hi hi…
Paling gak bisa Lala lupain sama Mami tuh klo gi Mimi…:(( pengen mimi lagiii nehh.hi hi hi. Inget gak Mih? Waktu Lala kelas 2 SD, Lala di rumah Mak Aga, Mami ngunjungin Lala, Lala minta mimi sama Mami, Mami kasih Lala mimi di luar gto, eh temen Lala datang, Lala malu banget. Tapi Lala gak kapok, Lala terus suka mimi sampe Dea lahir.

Mih, Lala pengen banget pulang, tapi Lala takut, Mami selalu marah sama Lala, kata Mami: Lala gak nurutin Mami. Padahal kan waktu Mami suruh Lala tunangan, Lala nurut, Mami suruh Lala pilih perdata Lala nurut juga. Klo sekarang Lala gak nurut disuruh ke KUA & gak nurut pas disuruh gak usah pindah ke Pidana, Lala masih anak Mami kan?

He he he Lala bangor ya Mih? Maafin Lala ya! Lala sayang banget sama Mami. Mami sayang gak sama Lala? Pasti Mami sayang banget sama Lala, ya kan? Makanya dari kecil Lala kudu pindah2 terus, gak boleh deket sama Mami sama Papi, jadinya Lala seneng deh punya banyak Nenek. Ada Mak Aga, Mak Elon, Mak Cacih, Mak Iwit, Mak Rurah, banyak deh…Lala seneng deh tinggal sama mereka, Lala dimanja seh, klo sama Mami sama Papi pasti dimarahin terus kayak sekarang!

Oh iya Mih, Lala punya banyak temen buat cerita2, klo Lala sedih, klo Lala seneng, Lala selalu bisa cerita. Mami pasti seneng Lala banyak temen buat cerita2, Lala kan orangna Jaim gak mau curhat2 gto, habis malu seh, lagian takut klo Lala cerita Lala bakal liat mata cuek gto. Tapi temen Lala yang ini beda Mih. Mereka temen2 di dunia maya, jadinya Lala gak bakal liat mata yang "apa urusannya sama gw?" klo Lala cerita.
Lala juga punya blog Mah, kayak diary gto, bedanya blog gak pake gembok & mesti disimpen di peti yang bergembok pula kayak diary Lala zaman SD.
Blog Lala bisa dibaca orang tanpa harus tanya macem2 lagi, dan yang tahu cuman temen2 maya, gak ada temen2 dari dunia nyata yang tahu blog Lala, malu seh klo ketahuan.

Lala juga punya cow, namanya yans, orangnya Baikkkkkk bangetttt, klo suruh ke KUA sama dia mah boleh lah Mih. he9.
Tapi Lala banyak gangguin dia kayakna, Lala jadi gak enak. Lala sayang banget sama dia, dia jadi suka gak tidur gara2 Lala suka call dia malem2 ampe pagi.

Iya neh Mih, Lala masih insom, ya itu gara2 dulu itu Mih, gara2 "itu yang itu’, Lala jadi tahu klo sebenarnya Mami sayang banget sama Lala, Padahal si Papi baru aja ninggalin, eh Lala dah berulah. Pasti berat banget waktu itu ya Mih? Maafin Lala ya!

Eh ngomong2 tentang si Papi, Mami tahu gak? Papi klo ngunjungin Lala tuh suka ngedongeng, seru dehh Mih, apalagi dongengna Sakadang Kuya =)) lucu klo si Papi yang dongeng.
Lala jadi inget , pas Lala tinggal sama Mak Elon, Papi datang sama mami. Pas mo pulang, Lala nangis2, akhirna yang pulang Mami doang, Papi tinggal ma Lala. Malamna Papi dongeng. Seru bangettt sampe Lala tidur, eh paginya pas Lala bangun tuh pengennya Papi yang pertama Lala liat, tapi Lala tidur sendirian, ntah kapan papi pulangna ato mungkin Lala cuman mimpi kalee yee? Sebenernya Papi gak nemenin Lala…
Iya seh, mana ada yang may seh nemenin Lala? Lala galak, jutek, jail, egois lagii..he9.

Mih, Lala sebenarnya takut banget, Lala kesepian :( Lala suka nangis2 klo gak bisa tidur. Lala sedihh :( Lala pengen tidur sekali aja dipelukin Mami, terus Mami bangunin Lala pagi2nya, terus Mami bikinin Lala sarapan, gak pa pa deh telur gosong juga Mih, pokokna sarapan bikinin Mami! he9. Lala manja ya?

Ya udah atuh Mih, bantal Lala dah baseuh pisan ku cipanon.
Peluk cun wat Mami, Dea, Cepot, dan Lalan.

Wa’alaikumSalam Wr. Wb.

TRILOGI BIADAB: THE DEVIL OF ANGEL (PART III)

Wednesday, August 22nd, 2007


Hari Biadab, 19 Agustus 2007

Kutunggu dia untuk sekedar basa-basi menjawab "kenapa?", tapi dia tak datang, maka aku yang menemuinya…

Kutemui ia di sudut kamar mandi, basah, sembab, menggigil, dan begitu ketakutan ketika melihatku…
Kukeringkan dia, kuselimuti…

"Kenapa? Kau mencintainya?"
Dia menggeleng…
"Dia dapat membuatmu berubah?"
Tak ada jawaban…
"Kau boleh bersamanya, jika kau mencintainya…"
"Tapi aku hanya mencintaimu"

CINTA???
Bercumbu di depanku, memaki diriku seolah aku hanya sampah yang wajib dicampakkan…
ITU NAMANYA CINTA???

Mana janjimu untuk jadi bidadariku?
Mana janjimu untuk jadi pelabuhan terakhir dari petualanganku?
Mana janjimu untuk selalu menyediakan bahu untukku bersandar ketika aku rapuh?

Ahhh…hanya suara hatiku saja rupanya…
Dia tersedu…aku memeluknya…

"Jangan tinggalkan aku"
"Aku selalu meninggalkanmu, tapi aku selalu kembali bersamamu bukan?"

Kukecup keningnya…

"jangan menyiksa diri, istirahat ya!"
"temani aku…"

Kutemani dia hingga terlelap,
Ku tatap wajahnya, masih seperti dulu, tak pernah berubah kecuali kelopak matanya yang agak bengkak, tapi tak sedikitpun rasa kasihan singgah di hatiku…
AKU MEMBENCINYA! SANGATTTTT…

Dan…
Seseorang menyeringai, kukenali sebagai aku dengan dua tanduk merah menyala di kepala, di tanganku sebuah cemeti siap melecut…
Kuayunkan ke tubuhnya…

DASAR BIADAB LO! TEGA BANGET SEH? DASAR SETAN…TONJOK CIAH…:(( I WANT U DIED…

Detik berikutnya dia menggelepar…meregang nyawa…sukmanya terlepas…
Aku tertawa puas…akhirnya…

Segera kugali sebuah kuburan, kututupi tubuhnya dengan tanah, kubenamkan sebuah nisan, kuukir sebuah kalimat:
1n93 2 agst, seorang bidadari yang terbunuh sebagai pemuas dendam dari seorang bidadari terluka

Aku terbangun dari mimpi indah…

"aku pergi ya sayang!"
"kemana?"
"mau ikut?"
"kemana?"
"ke jurang antara nirwana dan neraka!"
"aku ikut…"

Detik berikutnya…
"maaf sayang aku tak bisa"
"tolong teruskan jangan berhenti :("
"aku tak bisa! maaf ya!"

Kutinggalkan dia menggelepar,
Kau menyakitiku, Maka akan kusakiti kau sampai merintih minta dibunuh…

Aku berjanji aku akan di sampingmu, tapi bukan untuk membuatmu bahagia, hanya ingin memuaskan dendam yang mulai menyakiti setiap inci ragaku,
Aku akan menyiksamu sampai kau mati dan terkubur dalam tanah!

[Ahhhh....lieur zangarrr sangadhhh nehh kepala...tulungin lah :(]

TRILOGI BIADAB: PRINCE FUCKER (PART II)

Tuesday, August 21st, 2007


18 Agustus 2007

Prolog:

Sakit…
Bayangan mereka telah menyatu dengan sel2 memori di otakku,
Rasanya lebih sakit ketimbang pengakuan seorang wanita pada cinta pertamaku,
Bahkan lebih sakit daripada menghadiri resepsi pernikahan cinta keduaku…

Di depan mataku mereka bercumbu DENGAN SENGAJA!

Hampa…
Aku benar2 sendirian, tanpa kawan…
Ternyata memang lama sekali aku tak bersandar di sebuah bahu,
Lama sekali tak kujumpai seorang yang menghapus air mataku…

————————————————-

Dia datang, bersimpuh di kakiku, menangis di pelukan, tak pernah kujumpai dia tersedu seperti itu, bahkan ketika aku menolak menikah dengannya, dia tak meneteskan air mata, tapi sekarang: Lihat!  tetes2 bening keluar dari matanya mengalir di pipi, kuusap air mata itu, kurasakan hangat di jariku…

"begini ya bentuknya air mata buaya?"
dia terperangah…
"maafkan aku, aku hanya mencintaimu, dia bukan siapa2"
"memangnya kapan aku tak memaafkanmu sayang? ketika kau gores luka di hatiku, setiap saat, setiap detik, bahkan di setiap nafas yang kau hirup, tapi aku selalu ada disampingmu, tak cukup berartikah itu?"
"jangan tinggalkan aku!"
"aku mungkin tak mencintaimu, tapi aku berjanji menemanimu di setiap duka dalam kesendirianmu, pernahkah aku meninggalkanmu sayang?"
"itu tak cukup, aku ingin hatimu!"
"HATIKU? hatiku tak bisa kuberikan pada orang yang bersama wanita lain di depanku! Bahkan ketika aku terluka pun kau tak berusaha menolongku, malah kau tertawakan aku, kau maki aku di depannya…"

Ya ampunn… aku gak tahan, aku tertunduk, mungkin ini bukan air mata biasa, ada darah yang mengalir disana…SAKIT…

Kau sayang padanya? TIDAK!
Kau mencintainya? TIDAK!
Lalu kenapa rasanya seperti sembilu di jantungku?
Mungkin karena dia bagian hidupmu, bagian dari luka2 yang tergores di hatimu!

"jadi ketika aku tak disampingmu, kau menemui dia?"
"tidak…"
"jawab yang jujur BankShut!"
"kadang-kadang…"
"ketika kau bilang di suatu tempat dan tak bisa menemuiku, kau bersamanya?"
"kadang-kadang…"
"apa yang kau cari darinya?"
bisu…
"dapat apa dari dia?"
"********************"
"kenapa baru sekarang kalian tunjukkan kebiadaban itu di hadapanku?"
"karena aku ingin kau sadar bahwa kau sebenarnya menginginkanku, sedangkan dia mungkin ingin menunjukkan bahwa aku hanya seorang bajingan"
"Ya Lo Emang Bajingan!"

Apa yang kau mau dariku? Kau mau ragaku bukan? Kau sama sekali tak ingin hatiku!

Kemari sayang…biar kutunjukkan sisi2 beku di hatiku, coba jerat aku sayang, perangkap aku dalam pelukmu, biar kau dengar degup jantung sendu di dadaku…

————————————————-

Epilog:

Kau kecup aku sekali, kan kuberi kau seribu kecupan,
Kau gores hatiku sekali, kan kuberi kau seribu goresan di hatimu…

Ini Ragaku! Ambillah! Perlakukan ia seperti bonekamu! Tapi maaf, hatiku tak bisa kuberikan padamu!

TRILOGI BIADAB: SATU PANGERAN, DUA BIDADARI (PART 1)

Monday, August 20th, 2007

 

Prolog

Begitu
sulitkah bagimu untuk mencintaiku dengan tulus?

Ataukah
memang cintamu begitu mahal hingga harus kubayar dengan seliter
darah?

Kini
aku hanya punya sesosok tubuh hampa yang akan kujual padamu,

Tolong
bayar dengan secuil cinta yang kuinginkan!

 

Siang
Biadab,17 Agustus 2007

 

Pagi
tadi dia tak menjemputku! Biasanya dia membangunkanku dengan seribu
godaan, tapi pagi ini dia tak ada. Hanya sebuah sms yang memintaku
untuk menemuinya.
Aku pun bergegas, sepertinya ada yang ingin kusampaikan padanya siang ini…


Sebuah
mobil yang sangat ku kenal terparkir di depan rumah, ada firasat aneh
yang menyergap naluriku, tapi aku terus melangkah…

 

Hingga
kuinjakkan kaki di sebuah ruangan…

 

Disana
di sudut sebuah sofa dia bersama seorang wanita, wanita yang sangat
ku kenal, wanita dari sebuah kisah masa lalu yang membuatku terpaksa
menjalani hukuman di penjara lukanya cinta menyakitkan…

 

Tanganku
terkepal, ruang2 kosong tercipta di hatiku…

Tiba2
saja aku sadar: aku sendirian, tanpa pangeran, tanpa bidadari…

 

Aku
tahu, mereka tahu aku ada disana, tapi aku dianggap semilir angin,

Kusaksikan
semuanya sampai selesai, Kini cairan dingin membeku di hatiku…

 

Semua
menjadi jelas, ketika dia kutolak, dia lari ke pelukan wanita itu…

Sebening
air mata mengalir, ya ampunn…luka ini lebih menyakitkan dari luka2
lain yang pernah tergores!

 

Kuambil
pas bunga kujatuhkan tanpa ekspresi, kuambil gelas kubanting dalam
bisu-ku…

Ku
hampiri mereka melewati serpihan kaca2 pecah…BEKU…tak ada sakit
yang terasa, walau jejak darah terlukis di bekas jejak langkahku…ku
hapus air mata…

 

Kekasih-kekasihku…begitu
putus asakah kalian karena tak bisa menyentuhku?

Kekasih-kekasihku…sepecundang
apakah kalian, hingga ketika tak bisa membawaku mengarungi lautan
nirwana kalian buat skenario biadab untuk membuktikan aku hanya
seekor budak yang gampang diperintah oleh secuil hasrat?

 

Kekasih-kekasihku
sedangkal apa cinta kalian padaku, hingga ketika kalian tahu aku
membuang jauh segala memori tentang kalian, kalian bersatu untuk
menunjukkan bahwa aku hanya sesosok wanita munafik yang sok suci?

 

Ketika
bibirku ada di telinganya kubisikkan sebuah kata: “fuck u”

Ketika
mataku menusuk di mata wanita itu kugumamkan sebuah kata: “bitch”

 

Dan
aku tertunduk dalam bisu hingga sumpah serapah mulai keluar dair
bibir mereka, sejuta makian menikam….

Aku mati dalam lautan tawa…

 

Kuseret
langkahku, jejak darah mulai membuatku tak berdaya, aku berusaha
bertahan, aku merintih…hingga seorang laki2 tua menolongku…

Bahkan
mereka tak berusaha untuk menghapus jejak darah dari kakiku…

 

sampai
ku tertidur di sudut ruang putih, hampir terlelap, harapanku ada
dering telpon yang membangunkanku dari mimpi buruk, tapi ketika
kubuka mata: perban di kakiku teramat nyata untuk kujadikan semu…

 

Aku
pun kalah oleh penyesalan: kenapa kakiku yang tergores pecahan kaca
bukan urat nadiku yang putus?

 

Epilog:

Pangeranku,
jika kau mengaku mencintaiku, dan aku bilang aku juga mencintaimu,
katakan apa yang harus kuberikan padamu? Kau ingin ragaku?
Silahkan…tapi dia tinggal mayat dingin yang hampir membeku, hanya
ruang2 hampa dimana kau bisa berlomba dengan gema suaramu sendiri!
Maafkan aku sayang aku telah mati…kau yang membunuhku…

 

Bidadariku,
jika kau telah rela dan aku bilang terima kasih, katakan apa yang
harus kujual? Impianku? Atau jiwaku? Padahal dulu aku sempat
bermimpi menjadikanmu daratan terakhir untukku berlabuh dan
bersembunyi dari kungkungan dunia yang tak memihakku, maafkan aku
sayang tak bisa ku arungi lagi lautan bersamamu, aku tak punya apa2
sekarang, bahkan sampan rapuh sekalipun…

 

 

 

KORBAN KE-1001

Wednesday, August 1st, 2007


243608xx7jqnm6wy_1
7/7/07…ehmm angka yang sempurna untuk mengakhiri satu hubungan!

Bilang saja aku kejam, tega, aku jahanam! Ha…ha…ha…semua itu takkan bisa merubah apa yang sudah terjadi!

Kau menikamku dengan ketidakjujuran, dan kau telah lihat sayang bagaimana aku menyakitimu dengan kejujuranku?

Jangan tanya kenapa ahh…!
Kau punya sejuta teori tentang cinta, tentang kemesraan, tentang penghianatan, dan kau praktekkan padaku seolah aku obyek balas dendam dari lara masa lalu yang pernah kau lalui…
Maaf sayang! aku hanya belajar padamu!

Ha…ha…ha…aku tahu apa yang kau rasakan sayang?
Kau pernah dikhianati, kau bilang itu sakit! Tapi kenapa kau khianati aku? Apa itu yang namanya SAYANG? ITU?

Kau memohon untuk mengizinkan dirimu jadi bagian hidupku lagi! Aku izinkan! Tak tahu kenapa? Ntah itu karena aku yang teramat gila sehingga menerima bajingan dan buaya sepertimu? Atau mungkin aku ingin bermain2 sedikit denganmu? Ntahlah…

Tapi sepertinya telah kupermainkan dirimu dengan kisah cinta yang penuh darah dan air mata! kubuat kau tak tenang! Kubuat kau merintih! ku buat kau berpikir untuk meninggalkan kehidupan (walau mungkin cuma rekayasa…)…
Bagaimana rasanya sayang? enakkan?
Lukanya cinta menyakitkan bukan?
Kau tahu kini sedang berhadapan dengan siapa?

Ehmm…bukankau aku pernah bercerita tentang 1000 korban yang bertekuk lutut dihadapanku, kau pikir karena aku teramat tergila2 padamu aku takkan menjadikanmu korban?

Ha..ha..ha..mungkin aku sudah bosan dengan kebahagian semu  yang kurasakan, dan ketika kau tak lagi menantang untuk kutaklukan, ketika (mungkin) kau telah merasakan lebih dari sekedar yang kurasakan…sepertinya ingin kusingkirkan kau dari hidupku, dari malam2ku…

AH…ku akui kau memang bukan korban biasa sayang! Ternyata tak bisa kuenyahkan dirimu dari hidupku dengan satu kalimat saja : "goodbye darling"

Maka sekarang kubiasakan kau tanpa diriku, sepertinya itu juga terapi yang bagus untukku! karena ketika kutanya pada hatiku:
:"> kau masih satriaku sayang, satria yang ingin kusentuh dan kujadikan nyata…

:(( sakit tahu gak seh sayang? ketika aku sampai pada keputusan untuk tak terikat lagi pada cinta menyakitkan, karena sejujurnya aku menikmatinya!
Nikmat rasanya menangis, merintih, berdarah2 ketika kau tikam aku dari belakang!
NIkmat rasanya ketika kenyataan harus kupilih, ketika luka bernanah dan membusuk!

Aku Mencintaimu Sayang! Hingga ingin kulukai kau terus…

Aku menyayangimu Sayang! Hingga ingin kusakiti kau terus…

Ah gilanya cinta…saat kutulis ini pun, air mata berleleran! Tolong sayang hentikan tangisku! Tapi…ohh…jangan…aku menikmatinya!

:( kenapa sayang? kau tertawa sekarang? Iya aku tahu sayang, korban ke 1001 itu bukan kau, tapi AKU! Sang korban yang menikmati cinta yang menyakitkan!

Ehmm…ayo kita lihat seberapa lama aku bisa bertahan tak mendengar suaramu?

————————————————

Sehari kemudian:
Ahhhh….GAK TAHAN!
0888******* OK…:(( ayah…Bunda kangen…
=)) =)) =)) =)) tetra…tetra =)) =)) =)) sang korban ke 1001 =)) =)) =))