GORESAN LUKA DALAM RINDU YANG MENYAKITKAN


Pojok Sunyi Malang
,
17/18 Mei 2007

Malam menjelang, kegelisahan menyergap,

Bagaimana bisa?
Bagaimana bisa aku mengharapkan dia tidak bersama orang lain?
Sedangkan diriku disini: tersenyum, tertawa, berusaha bahagia bukan bersamanya,
Walau hanya sandiwara…

Bagaimana bisa?
Bagaimana bisa aku mengharapkan dia mengingatku?
Sedangkan diriku disini berusaha menikmati saat2 bersama seseorang yang bukan dirinya, Walau pikiranku tak disini…

Bagaimana bisa aku mengharapkan dia diam hanya mengenangku saja?
Sedangkan diriku disini berusaha membunuh pikiran tentangnya,
Walaupun aku tahu sia-sia…

Mati2an aku berusaha memusatkan pikiran…
Hanya dia yang kini bersamaku, hanya dia!

Aku pun lelah…aku tak bisa! sungguh!

Kubiarkan sukmaku mengembara di ruang2 bayangan:

Sedang apa dia? Ingatkah dia padaku?
Mungkin YA!
Dia mengingatku: mengingat canda tawaku, mengingat manjaku, mengingat rengekanku…

Sedang apa dia? Ingatkah dia padaku?
Mungkin TIDAK!
Dia melupakanku: dia sedang bercanda dengan orang lain, dia sedang bercumbu rayu dengan orang lain, dia tidak mengingatku sama sekali! Dia lupa padaku! Dia lupa!

AAAhhhhhhhhhhhhhhhh…
Aku ingin bersamanya, aku ingin memegang tangannya, aku ingin menatap matanya dan menyatakan betapa aku mencintainya!
Aku ingin memeluknya dan tak melepasnya!
Aku ingin dia! Bukan dia yang ada disampingku!

"ada apa cay? kayak yang banyak pikiran gto?"
"nothing!!!"

Tengah Malam, Hampir fajar

Seseorang terlelap disampingku,
Tak sedikitpun aku bisa memejamkan mata,
Hanya dia! Hanya dia yang jauh disana yang ada di benakku!

Seperti orang gila, kuhubungi setiap nomor yang bisa menghubungkanku dengannya, aku harus berbicara dengannya pagi ini! Aku harus mendengar suaranya! Harus!

Setelah satu jam bergelut dengan mail box, kukirim sebuah mesej:
aku tak bisa tidur sayang, kutunggu sapamu sampai jam 5 pagi

Aku menyerah, pikiran buruk menyergap: Dia sedang bercumbu dengan orang lain! Lupakan saja!

Kuisi fajar dengan membolak-balik chanel TV,

"cay berisik TV-nya! Cepat tidur!"
"gak bisa tidur yang!"

Dia tak mengingatku…Dia Lupa!

Jam 4 pagi panggilan itu pun datang!
I Love U, I Miss U, aku tak bisa begini terus, aku sayang kamu, dihatiku hanya ada kamu, bukan dia

————————————

Inilah jatuh cinta! Rindunya pun sangat menyakitkan!

Tertunduk, Lesu, Lelah,
Rindu ini hanya goresan luka…

3 Responses to “GORESAN LUKA DALAM RINDU YANG MENYAKITKAN”

  1. Irvan Says:

    Kalau cinta….. tai kucing rasa coklat !!
    (udah pernah dicobain blum??)

  2. luka Says:

    =)) ih bang irvan =)) suruh tetra nyobain tai kucing? mit amit dah =)) =))

  3. rie Says:

    Tuhan, kumohon jangan pernah lagi kau sebarkan ujian itu kepadaku…
    Sakit, Nyeri, ketika cinta yang telah melekat erat tak mampu dimiliki.
    Sadar, bahwa dia telah menjadi milik kekasihnya, adalah kesadaran tersakit.
    Aku mencintainya… Teramat mencintainya…

Leave a Reply