GOODBYE DARLING

 

4 April-13 Maret

(ada yang ingat tanggal ini???)

 

—–scene 1—-

 

Kumantapkan diri, aku harus menemuinya! HARUS!

Kutempuh perjalanan itu…

Kubawa seribu harapan dan setumpuk bahagia…

Sepanjang jalan hanya ada bayangan kebersamaan:

Aku dan dia…

Cumbu rayu, kemesraan, pelukan yang menjadi dambaan dan selalu menghiasi
setiap mimpi :

Tak lebih dari 24 jam itu akan menjadi nyata!

 

—–scene 2——

 

Akhirnya kuinjakkan kaki di kota kekasihku,

Ehmm…apa perlu kuberitahu dia tentang kedatanganku?

Sepertinya TIDAK, akan kubuat dia terkejut…

Dimana ia akan kutemui??? Rumahnya? Tempat kerjanya? Atau kampusnya?
Kupilih yang terakhir…

 

Disebuah ruang kupersiapkan diri, aku ingin ketika dia melihatku, dia
melihat sesosok bidadari, bidadari yang  selalu
menggodanya dengan ribuan rayuan ada di depannya?

Ehmmm bagaimana reaksinya ya???

 

—-scene 3—

 

Disana…di sudut halaman sebuah kampus, kulihat dirinya…tertawa,
tersenyum, disampingnya seorang wanita memegang tangannya, mengusap
keringatnya, mereka pergi, berpelukan di atas sepeda motor, MESRA!

 

Satu peluru menembus jantung, aku terkatup tanpa kata2, bahkan sakit yang
kurasa telah membendung sungai yang harusnya meluap di mataku…

 

Kuikuti mereka, ada yang membeku di hatiku….

Di depan sebuah rumah mereka berhenti, aku pun berhenti, kukuatkan hati,
aku keluar dari mobil, menghampiri mereka yang masih berpegangan mesra…

 

Kuulurkan tangan padanya…

 

“hai, pa kabar?”

Dia bengong…

“baik”

Kucium tangannya…

“boleh cun pipi gak?”

“ehmmm”

 

Kurenggut lehernya, satu ciuman mendarat di pipi kanannya…

Aku menoleh ke wanita di sebelahnya,

 

“ini siapa?”

“ehmm”

Tak ada jawaban jujur darinya,

 

Kuulurkan tangan pada wanita itu,

“hai, pacarnya ya?”

“IYA!!!”

“ohhh”

 

Kupegang erat tangan wanita itu, kutusuk dengan kuku jariku,

Dia meringis, kesakitan, kulepas tangan wanita itu,

 

Kembali ku pegang tangan kekasihku, kuremas, kutatap matanya, kuucapkan
sebuah kata:

 

“GOODBYE DARLING”

 

Aku segera berbalik, menuju mobil, di depanku ada sebuah tembok, aku
meluncur, Sebuah ledakan pun menggema…

 

Aku hancur, hatiku retak, ada darah di hatiku, warnanya sama merahnya
dengan darah yang mengucur dari kepalaku,

 

Dengan sisa kesadaran yang ada, aku keluar, dia menghampiriku,

“kau akan bengong saja membiarkanku terbunuh? Atau kau akan membawaku ke
rumah sakit untuk menyelamatkanku?”

 

—-scene 4—-

 

Di lorong-lorong rumah sakit …

 

“Dokter beri saya obat bius paling mematikan, biarkan saya tak sadarkan
diri, dan tak bangun lagi, Dok tolong beri saja saya satu liter morfin!”

 

“Dok, klo hari ini, nyawa saya harus melayang, tolong buat dia mengerti,
saya sangat mencintainya…! Tolong ya Dok! ”

 

Setetes air mata bercampur darah mengalir di wajahku…

 

“Dok klo karena benturan ini, saya harus lupa dengan hidup saya, tolong
doakan saya agar kenangan tentangnya tak terhapus, keinginan saya cuma satu Dok,
mengingat dan mencintainya”

 

Kualihkan pandangan pada dirinya, dimatanya ada kaca2 air mata,

Kupegang tangannya:

 

“aku cinta kau sampai mati! GOODBYE DARLING!”

 

Satu nyawa melayang, mengembara di ruang2 tanpa warna…

 

Back sound:

Selamat jalan permaisuri hatiku,
semoga damai hidup keduamu disana…

 

——the end—-

 

Satu suara kudengar…aku terjaga…HP ku berteriak, kuangkat,

 

“cay syerem, nightmare…”

 

———————————————————————————

 

 

 

5 Responses to “GOODBYE DARLING”

  1. Joko Says:

    ugh….dadaku terasa sesak membaca kisah ini….

  2. ' ' 'GOD-X' ' ' Says:

    naha bagian pentingna ditulis di akhir cerita?
    ketipu gw…
    wkwkwkkwk!!

  3. DeNy Says:

    jurigggg ciahhh… hahahahahha

  4. dedoy Says:

    Aink katipuuuuuuuuu……… =)). cape dechh…

  5. Lita Says:

    kurang ajar……….
    dasar kuntet
    lumayanlah….eh.ade gw dapet tugas bikin cerpen…boleh nyolong dari blog kamu?

Leave a Reply