AIR MATA INI UNTUK SIAPA LUKA?
12 Mei 2007
Malang, Di sudut sunyi sebuah
cafe,
Prolog:
Untuk siapa air mata ini?
Untuk diakah yang tak datang malam ini?
Untuk diakah yang sedang bercumbu dengan “the other lady”?
Untuk siapakah air mata ini?
Untuk diakah yang merasa terhina olehku?
Untuk diakah yang telah kumaki, kucaci, dan merasa menjadi budak?
Untuk siapakah air mata ini?
Adakah ia untuk luka yang tak semestinya ada dan menggores segurat dendam? Ataukah
ia untuk penyesalan karena cinta yang tak semestinya sekejam ini?
——————————-
Episode ‘sendu yang tak kumengerti’
Di Ruang Nyata
“Cepat kembali ya sayang! Aku menunggumu”
Kalimat terakhir yang kuucapkan padanya disuatu senja disudut bandara
seminggu yang lalu, dia tersenyum mengiyakan, melambaikan tangan, dan
berbalik….
Di beberapa pembicaraan nirkabel, manja aku meminta:
“kapan datang lagi ke pelukku?”
Dia bilang “secepatnya cintaku”
Tadi malam aku kembali mengingatkannya:
“jangan lupa, pagi2 harus sudah ada sekuntum mawar di pintu”
Dia jawab “iya sayang”
Siang ini, dia menelpon:
“cay, aku datang senja”
Kujawab “aku sabar menunggu, asal ada kau disampingku malam ini”
Malam ini ketika kupikir kau akan datang menjemputku pulang disini, sebuah
call wan prestasi kuterima:
“yang dah di rumah ya? Tunggu bentar ya, gw bentar lagi balik…”
“iyah masih di rumah, di JAKARTA!”
“what???”
“maaf, gw ada kerjaan…bla bla bla…”
Sejuta alasan keluar…aku terpekur…
‘sejak awal memang kau tak
berniat menemuiku bukan?’
Tak kudengar lagi suaranya, kututup telpon!
Dia tak menginginkanku lagi! Sama seperti yang lain dia hanya ingin
jasadku, bukan jiwa atau hatiku!!
Sebuah akta perjanjian melintas di ruang memori:
“tak ada ikatan hati antara kita, hanya ada sebuah ikatan formalitas, kau,
aku dan orang tua kita, di luar itu nonsense”
Kupikir segala hal yang kupunya (seperti pernah kau bilang padaku), telah
membuatmu jatuh dan menetap di hati dan pesonaku,
Ternyata semua hanya tipuan rasa, kau tak berbeda, walau tak sejahanam dulu
lagi,
Kupikir hanya aku yang bisa menerimamu apa adanya, hanya aku yang bisa
membuatmu tak mampu berpaling, hanya aku yang bisa memahami setiap apa yang kau
lakukan, hingga ketika kau bercumbu dengan yang lain dan kau memintaku tetap
disampingmu, aku masih memberi tempat untuk terus bersamaku, karena kuyakin tak
ada yang bisa menerimamu seperti aku menerimamu…
Ternyata apa yang kulakukan dengan segala pengorbanan itu, hanya angin
lalu, kau pun lewat dengan rayuan semilir, kau datang dengan topan cumbu…
Kupikir kau bisa melayang dari satu dahan hati ke dahan hati yang lain, tapi
pohon hati tempatmu bersemayam itu ada di hatiku,
Ternyata aku sama tak berati bagimu, aku hanya bagian dari ranting2 rapuh
yang siap kau patahkan…
“aku sudah bersiap dengan penghianatanmu, kekasih!”
Sendu menerpa, air mata membayang:
Walaupun mungkin hatiku tidak
berlabuh padamu, kau tahu sayang? Kau berarti!:(
——————————————–
Episode ‘luka penyesalan dari pembantaian nurani’
Di Ruang Maya
Dia main gila di belakangku, dia menggores luka di hatiku,
Aku terbelenggu cinta menyakitkan, hingga aku tak bisa meninggalkannya,
Aku pun memutuskan tetap bersamanya dengan hati perih,
Setiap kemesraan yang dibilangnya membuatku berpikir ‘dia katakan itu pada
kekasih lainnya’
Dia bilang “I Love U”
Aku berpikir pada yang lain kata itu pun diucapkannya,
Dia bilang “kangen”
Aku berpikir dia pun sedang rindu kekasihnya yang lain,
Dia bilang “aku tak bisa hidup tanpamu”
Aku berpikir itu dusta karena akan ada yang lain yang menggantikanku
disampingnya, walau cintanya tak sebesar cinta yang kupunya,
Dia bilang “jangan tinggalkan aku”
Aku berpikir aku tak akan meninggalkannya selama aku mampu, kuyakin diapun
tak akan meninggalkanku, tapi ketika bersamaku dia tak bisa meninggalkan
kekasihnya yang lain, bahkan dia cari kekasih yang lainnya…lagi dan lagi…
Ahhhhh SAKIT……!!!!
Satu dendam meraja, sayang kau harus merasakan apa yang kurasakan,
Aku telah tersakiti, kau pun harus sakit seperti yang kurasakan,
Aku harus membalasmu, tidak dengan cara penghianatan yang sama seperti yang
kau lakukan, tapi dengan caraku, dengan racun cinta menyakitkan…
Maka kumaki dia, kuhina dia di setiap ruang, di setiap kesempatan yang
kubisa,
Adakah aku menikmatinya? TIDAK! Yang kudapat adalah sakit, perih, orang
yang kucinta kumaki dia begitu rupa, orang yang kusayang kusiksa dia dengan
pembantaian nurani, hingga dia pun berontak…
“apa bedanya gw dengan binatang? Dijadikan bahan taruhan, dimaki, dihina,
dijadikan ***”
“gak cukup gw dimaki setiap malam?”
“gak cukup lo hina gw di depan teman2 gw?”
Dia tersakiti….aku pun sama…
Ahhhhhhh…..SAKIT!!!!! MENYESAL!!!! Kenapa???
Cintakah ini luka?
Cintakah yang ketika tersakiti, bara dendam terbakar?
Sayangkah ini luka?
Sayangkah yang ketika terluka, nafsu menyiksa pun muncul?
Hentikan LUKA! Hentikan! Jangan lagi kau maki dia! Jangan! Jangan lagi kau
siksa dia! Mulai murnikan cinta itu dari dendam! Berusahalah!
Tapi??? Masihkah dia bertahan disampingku? Masihkah dia menerimaku setelah
kusiksa dia berkali-kali? Kenapa dia masih disampingku? Adakah karena cintanya
sama dengan kadar cintaku padanya? Ataukah…???
Air mata terurai:
Aku sakit karena telah melukai…Aku
menyesal atas semua yang telah terjadi, atas semua yang telah kulakukan padamu,
tolong berjanjilah takkan melukaiku lagi :-*
—————–
Epilog
“Kenapa menangis bidadari?”
“Aduh ntah yah? Mungkin karena pangeran atau karena satria???”
“BIADAB KAMU CINTA!!!”
“Maaf…tapi ya gto deh!”
“MENJIJIKKAN KAU CINTA!”
“Ya ya ya ya aku memang biadab, aku memang jahanam, tapi aku bidadari yang
punya luka, aku bidadari yang punya dendam pada dunia…”
“Ehmmm jadi itu alasanmu menjadi munafik?”
“Menghakimi orang lain, sedangkan dirimu pun seorang terdakwa!”
Kesimpulannya???
Jadi yang pantas untukmu bidadari
bukan kebahagian, tapi siksaan! Jadi nikmati saja!
May 15th, 2007 at 11:21 pm
hmh…baca blog yang sering lo post…gw jadi bertanya-tanya…begitu kejamkah hidup padamu nak???
tapi… lo bener kok… it is all what we feel when we love some one 2 much…
apapun yang berlebihan memang jadi racun…seperti candu dan morphin
dan bagiku cinta itu candu
May 16th, 2007 at 3:45 am
coba deeh tulisan d blog muh dikirimkan ma mas Raam, buat jadi script sinetron iindian versi indonesia…….wkwkwkwkwkw Hidup ini memang indah dengan drama dan kita perlu mendramatisir keheidupan, agar peran kita dapat d hargai orang….Piala Oscar kaleee
May 17th, 2007 at 9:24 am
Ternyata kau merindukanNya, kau mengharapkan kedatanganNya, Kau mendambakanNya. Tak apa memang aku tak pantas untuk kau sayangi dan kau rindukan. Karna aku hanya seorang manusia yang hanya dapat menorehkan luka. Ku tusuk kau dengan segala penghianatan cinta, yang membuat mu mati dan membusuk terhina oleh orang lain karena perbuatan ku. Maaf tlah membuat mu banyak terluka, maaf atas segala yang telah ku lakukan, maaf telah menyakitimu. Hanya itu yang bisa kuucapkan.