NIRWANAKU…
Malang dibuai amukan kerja
25 April 2007
Dulu ketika awal kupijakkan kaki di kampus biru, nirwanaku adalah ruang2 kuliah, dimana kubantai setiap dosen oon yang harusnya belum lulus jadi mahasiswa,
Kini ruang2 kuliah begitu membosankan, dengan dosen jadul bin otoriter, diktat lecek yang hampir jadi fosil,
(nembe karaos semester ayeuna bosenna kuliah di fak hukum)
Dulu ketika semangat terjun ke sistem busuk bernama hukum, nirwanaku adalah associate, dimana kutemui bermacam2 orang dengan sisi devil yang nyata yang harus kutaklukan,
Kini associate begitu menyebalkan, dengan jam kerja yang tanpa batas, rekan yang menghalalkan segala cara, sampai penjajahan yang merenggut kebebasan dan kesenanganku (baca:ceting), penjajahan atas nama peningkatan kualitas teori2 hukum yang siap memperkosa diriku dengan setumpuk text book, setumpuk aturan, setumpuk putusan pengadilan, dan setumpuk kasus yang harus dianalisis,
Dulu ketika buku masih kugilai, nirwanaku adalah perpustakaan, dimana kubabat habis setiap huruf, setiap ejaan,
Kini perpus begitu konvensional, antriannya begitu menyiksa, buku2 jadulnya membuatku hilang rasa (he9, sebenarnya ada seorang pegawe perpus yang nyebelin seh, walau udah dikempesin ban motornya, tetep aja gak rubah!!! pusing dah!!!)
Dulu ketika persahabatan masih begitu erat, nirwanaku adalah kosan, dimana kedamaian adalah bagian darinya,
Kini kosan terlihat seperti tungku, dimana tuntutan dan api permusuhan mulai jadi bagian keseharian,
Dulu ketika idealis masih tinggi, nirwanaku adalah ruang2 diskusi para aktivis, dimana argumentasi begitu mudah dikeluarkan, opini begitu mudah dicetak,
Kini ruang2 diskusi aktivis menjadi bagian dari omong kosong (maaf, tidak semuanya seh), yang kulihat cuman NATO (no action, talk only),
Satu tempat akhirnya kurancang sebagai nirwana, setelah dia kembali ke sampingku, nirwanaku adalah dia yang menemaniku menyusuri jalanan, janjiku adalah menyayangimu :-*,
TAPI KETIKA SEMUA TEMPAT AKHIRNYA MENJADI KAMP PENYIKSAAN BAGIKU, NIRWANAKU ADALAH HATIMU SELALU,
DIMANA KUNIKMATI SEJUTA RASA,
TERIMA KASIH UNTUK MEREDAM KEANGKUHANKU…
I LOPE U CAY!!!
——————————————————–
April 25th, 2007 at 10:45 pm
wews kayaknya mulai menyadari keadaan sekeliling nih 8-|
April 26th, 2007 at 2:21 am
Memang berjiwa idealis itu kadang membosankan karena banyak sekeliling kita adalah orang-orang munafik. Tapi justru itu menariknya, bagaimana kita mampu bertahan dengan sikap yang baik itu, bukan justru kita mengikuti arus. Percaya deh, ada saatnya oleh suatu konsistensi apa yg diperjuangkan akan terwujud. Kuncinya, just do it.
Yang nyimpang & menghalalkan segala cara pada dasarnya kenikmatan yg mereka peroleh adalah semu, hati kecilnya menyadari itu suatu kesalahan, sehingga mereka tersiksa batinnya (kita aja gak tau isi hati mereka, iya kan?).
Miss u geulis…………….
April 26th, 2007 at 2:23 am
Memang berjiwa idealis itu kadang membosankan karena banyak sekeliling kita adalah orang-orang munafik. Tapi justru itu menariknya, bagaimana kita mampu bertahan dengan sikap yang baik itu, bukan justru kita mengikuti arus. Percaya deh, ada saatnya oleh suatu konsistensi apa yg diperjuangkan akan terwujud. Kuncinya, just do it.
Yang nyimpang & menghalalkan segala cara pada dasarnya kenikmatan yg mereka peroleh adalah semu, hati kecilnya menyadari itu suatu kesalahan, sehingga mereka tersiksa batinnya (kita aja gak tau isi hati mereka, iya kan?).
Miss u geulis…………….
May 26th, 2007 at 2:11 am
lukanya cinta menyakitkan…
yang mungkin seharusnya cinta itu adalah anugerah. Luka yang sebenarnya adalah rasa masih mencintai dan menyakitkan adalah konsekunsi yang harus diterima.
“..You’ll Never Walk Alone”