KUSUGUHI IA AIR MATA


Malang dalam Ruang Konsentrasi

21/22 April 07

Suara yang kurindu kusapa ia sejenak…damai dan aku kembali terlelap…

Sebuah suara lain kudengar…sayup-sayup..aku pun terjaga…

 

Suara itu? Suara itu? Suara yang
membuatku terpenjara dalam sel-sel cinta menyakitkan!

 

Aku bangkit….gila banget, kapal pecah pun tak sebanding dengan
semrawutnya kamarku…

Ada yang perlu kuselamatkan, Prenku…dimana? Dimana bagian hidupku? Dimana
jembatan penghubung kembara cintaku?

Kutemukan di bawah bantal, cepat kumatikan, kubuka lemari, kukubur ia di
bawah baju2…

Aku kembali ke bawah selimut, pura-pura terlelap, jantung berdentam sangat
cepat…

 

Ada apa dengan dirimu? Kenapa
takut? Kenapa menggigil? Adakah kau telah menikamnya dari belakang? Adakah kau
sedang meracuninya dengan cinta menyakitkan? Adakah dirimu merasa telah
selingkuh di belakangnya?

 

TIDAK!!!

Cinta tak bisa memilih Jendral!
Cupid yang tidak mengerti kemana ia harus melesatkan panahnya! Cupid yang
miskin hanya bisa memanah dengan anak panah tumpul! Aku tidak
menghianatinya…TIDAK!!!

 

Seikat bunga di mataku, seulas senyum yang merindu, kulihat warna itu,
warna yang membuatku terdorong menjadi psikopat…

 

Ahhh Aku tak butuh bunga lagi
Pangeran, aku ingin kunci kebebasan…tolong berikan padaku, tolong Pangeran!

 

Aku protes dengan kedatangannya yang tanpa pesan, dia bertanya tentang yang
hilang di garasi, aku pun bercerita tentang polisi busuk yang merebutnya
dariku…Sejuta omelan pun kuterima…

 

“Lo anggap apa gw? Masalah serius begini, lo gak bilang?”

“Kan yayangna gi sibuk, ntar ganggu lagi”

 

Ahhhh kau tahu pangeran siapa
dirimu bagiku?

Seorang pangeran yang telah
kuimpikan sejak sejuta tahun yang lalu, aku hanya tak mengerti ketika kau
datang sebagai penyelamat, kau penjarakan aku dengan cinta tulusmu, kau
penjarakan aku dengan sejuta perhatianmu, kau penjarakan aku dengan sejuta
pesona yang orang menganggap gila karena tak terpedaya…

 

Sekali lagi dia berkorban, dia ikuti naluri busuk sebuah birokrasi,
sendirian, aku kembali ke pangkuan keruwetan associate yang mulai menyebalkan…

Lepas dari pertemuan penuh hujan logika, aku melayang di dunia ilusi, ada
seorang teman menungguku “Wer ar u? Dont
leave me alone! I’m so lonely
”, kusapa dia, sambil menunggu satriaku,

 

Cemas…dimana dia? Dimana dia
yang telah kusakiti? Dimana dia satria yang rela menerima luka? Dimana?
Akhirnya dia muncul…Ada tusukan perih di jantung, aku ingin disampingmu, aku
ingin mencumbumu…

 

Kutemani dia bercerita tentang ganasnya kehidupan, kunikmati setiap detik
bersamanya, kunikmati bersama amarahnya sang pangeran yang terjebak dalam
permainan birokrasi busuk nan menjijikkan…sampai akhirnya kutinggalkan
satriaku, kembali ke dunia nyata dimana harus kusiapkan setumpuk skenario untuk
menghadapi kenyataan bahwa yang disampingku bukan yang kudamba…

 

Pangeran…

 

Dia datang dengan wajah ditekuk, sejuta makian dari mulutnya, sejuta
omelan, aku diam, aku bungkam, tak berusaha menenangkan hatinya, kubiarkan ia
mengeluarkan isi hatinya,,,

 

Dia memaki, aku terbang bersama sayap patah dan hati pedih, sisa hujan
menetes sebentuk gerimis, ia melambai mengajak untuk menikmati sakitnya luka,
satu…satu air mata menetes, jatuh mengalir menganak sungai di pipiku, aku
menjerit tanpa suara…

 

“sampai kapan harus begini
terus?”

“selama luka itu mengendap di
hatimu, My Angel”

“sakit banget rasanya”

“tidak apa2, nantinya juga
terbiasa”

“aku memang sudah terbiasa dengan
luka ini”

“So Whats problem My Angel?”

“pedih…perih…rasanya tak
tertahan”

 

“WOI!!! KLO ORANG NGOMONG DIDENGERIN!!!”

Aku terjatuh kembali pada kenyataan, aku menoleh spontan, air mata
membayang, dia terkejut…

 

“BRENGSEK!!! Dua kali gw datang jauh2 nemuin lo, cuman disuguhi air mata,
BRENGSEK!!!”

 

Aku terisak “maaf” sebuah suara tertahan keluar dari tenggorakanku…

“SUDAH DIAM! CENGENG! HAPUS AIR MATANYA!”

 

Mari Pangeran lihat jiwaku? Lihat mata sembabku, lihat pipi merah basah
ini, lihat darah merah di hatiku,

 

Mari pangeran dengar hatiku? Dengar detak jantungku, dengar bisikan
kalbuku, dengar dari isak tangisku,

 

“Kenapa seh? Ada apa?”

 

Ada yang lain di hatiku,
mengertilah, keluarkan aku dari penjara hatimu, biarkan sayap patahku mengepak,
biarkan aku terbang memburu dia yang terluka mengenangku disini yang sedang
bersamamu…

 

“Cape gw kayak gini terus”

 

Aku juga lelah, lelah
bersandiwara, lelah harus menyiapkan setumpuk skenario untuk berlakon di
depanmu…

 

“Terus nangis! Terus! Bikin gw ngerasa bersalah! Terus!”

 

Bukan dirimu yang bersalah, aku
bidadarimu, bidadari yang tak punya hati untukmu, hingga aku pun tega
menyuguhkan sekeping cinta menyakitkan, maaf…

 

“Gak adil, lo nnagis, gw gak tahu kenapa! Cerita! Cerita! Ada apa???”

 

Keadilan? Dia telah mati dibunuh
cupid yang murka dan seenaknya melesatkan panahnya! Ada apa? Tidak ada apa2
Pangeran, hanya ada segerat lukanya cinta menyakitkan yang tembus di
jantungku…

 

“Ah.. mau lo apa seh?”

 

Mauku apa? Aku ingin dirinya
disampingku sekarang, bukan dirimu…

 

Sejuta bentakan, sejuta tanya, sejuta omelan, kuterima, sampai dia lelah,
sementara air mataku belum kering…

 

“Sayang, sudah marah2nya?”

“kenapa? Mau ngomong sekarang?”

“nggak, aku mau tidur, aku cape…”

“CAPE MANA DIBANDING GW? MIKIR DONG JADI CEWEK…bla..bla..bla…”

 

Kupegang tangannya “sayang sudah ya? Cape!!!” mataku memohon, dia diam,
kilatan amarah masih menggantung di matanya…

 

Aku sembunyi dibalik selimut…

 

“Lo sama aja, cengeng! Bikin gw kecewa, dasar perempuan…selalu air mata
yang tumpah, bikin lelaki lemah!!!”

 

Maaf, hanya air mata yang bisa
kusuguhkan! Andai saja kau tahu betapa berdarahnya hatiku….

 

Sampai ketika kuantar kau kembali, hanya dua kata yang mampu kuucapkan…

 

“Maaf!”

“Terima kasih”

 

Bahkan ketika kau bilang : “I LUV U”

“Terima kasih”

 

Mata sembabku bisa menjadi jawabannya pangeran…

Langkah anggkuhmu, membuat bidadari tahu, satu bagian jiwa pangeran
terkoyak, maafkan aku yang tak bisa lagi bersandiwara…

 

 

 

3 Responses to “KUSUGUHI IA AIR MATA”

  1. DreeZ Says:

    wew.. hmm.. ga mau komen ah.. takut menjadi sesuatu yang mengecewakan…

    yup terus menulis non…

    meskipun hanya cerita luka nya cinta menyakitkan….

    keep ure heart 4 some1 who really2 luvya..

    chayo… !! semangat!! kale aja bisa jadi novel… ;))

  2. Blue Says:

    =(( lukanya_cinta itu masih mengendap ya ?

  3. DeNy Says:

    cinta dan cinta… namun selalu seperti ini..Luka..dan Luka..
    duh bingung akang mah

Leave a Reply