JAHANAMNYA GW, TENGILNYA GW!!!
3 April 2007
Amarah
ini harus kemana tumpahnya?
Rasa
bersalah ini harus kemana mencucinya?
Rasa
malu ini terendap di ujung jiwa, dan aku ingin menjadi manusia tanpa muka!!!
Paginya Malang ada damai…
Udara masih suci, aku terbangun dari lelap…
Hmm…satu feel merasuk sukma…
Aku terpejam sejenak, menarik nafas dalam…
Lirih…lirih kusebut sebuah nama “I Lop U Cay”…”I Lop U”…
Ingin kunikmati suara itu lagi…ingin kurasakan kemesraan itu lagi…
Dan ketika aku rela mati untuknya, pagi semendung apapun tak akan membuatku
berhenti tersenyum…
Ahhhh…feel yang lain memukul sukma…
Betapa hinanya, ada arang tercoreng di muka…
Dan aku menjadi pesakitan tanpa grasi, tanpa amnesti, apalagi
rehabilitasi…
Aku terpekur…”kamu menjijikkan bidadari” selimut berteriak!
Ada luka lain tertoreh…
Maless ahhh…
Aku kembali terlelap, tak peduli waktu terus berlari…
Aku kembali terlelap dalam bayangan resah…
Aku terlelap dalam kubangan risih…
Agak siangnya Malang, kekacauan
dimulai…
Gila 5 menit lagi kuliah dimulai, belum mandi, belum noong agenda kerja
hari ini…waaaa baju juga lom diseterika (kayak yang suka seterika aja :D)…
Dengan keterampilan seorang mahasiswa telad-an (baca: telat-an) semua
kulalui dalam waktu 30 menit, campur perang klakson, plus maki2 satpam yang
telat buka gerbang…
Masuk kelas dengan nebalin muka…dosen sedang ngoceh kesana kemari, pala
mulai mumet…aku pun bengong dengan otak kosong…
Satu kata tercetak di dahi “Kamu tambah jahanam bidadari!!!”
Tambah siangnya Malang, mulai tak
terkendali…
Klien rese…pengen ditonjok kayaknya…
Ngoceh gak karuan, ditanya ke ujung barat, jawabnya lari ke ujung
Timur…Pala pun nyut2an…
Klien rewel, mintanya macam2, disuguhi ati minta jantung…
Sekuat tenanga kutahan panas hati, jangan sampe meledak dan
terbakar…(profesional Sis!)
Sebuah sms masuk di pleksi “temui saya jam berapa saja, penting!”
SIAP JENDRAL! Nasib jadi kuli ya gini inih
Tengah harinya Malang, kampus
memuakkan…
Sebuah senyum menyebalkan menyambutku…
Duh kena kutukan apa diriku, sampai harus menghadapi mayat hidup yang masih
menggoda untuk ditikam…
Dua tanduk di kepala tumbuh, aku menyeringai…
“Mumi kemarilah, berikan lehermu! Biar bidadari hisap darahmu sampai
sekarat, sampai kau tak tahu rasanya jadi mayat sekalipun”
Seorang OB menghampiri…kupikir mungkin menyelamatkanku…
“Mbak Tetra ya?”
“iya Mas, ada apa? Barang2 saya ada yang ketinggalan lagi ya :D?”
“Nda kok Mbak, Mbak Tetra dipanggil PD I…”
Semua orang terperangah…
Dosa apa aku? Perasaan tidak ada kejahatan akademik yang kulakukan selain
bolos kuliah dengan terhormat…
Memang seeh IP kemaren sempat turun, tapi bukan berarti ada yang dirugikan,
gak ada onrechmatigdaad inih… :-??
Dengan segumpal tanya, kuseret kaki menuju Gedung Dekanat…
20 menit sukses lah diriku diberi ceramah kesana kemari…serasa keluar
lubang harimau masuk sarang buaya…capee deeh…
“Nasibmu Nduk jadi mahasiswi kelinci percobaan!!!”
Petangnya Malang, Kampus terbakar…
Gila!!! Hati tak bisa berhenti mengutuk…
Kalau bisa aku ingin mengubur diri saja…
Kuceritakan galauku pada seorang teman, dia pun memaki, dan aku tahu aku
memang jahanam…(makasih My Blue Heart)
Ah cinta mengapa amat menyakitkan?
Sekali jatuh cinta, segudang ke-jahanam-an terbangun…
Bidadari bercerita pada satria…
Hasilnya?
Dari dulu seharusnya Bidadari tutup mulut saja!
Satria pun terluka…satu perisai-nya retak…
Bidadari tersedu, satu sayapnya kembali patah…
Dengan setumpuk kegalauan itu, aku melayang menuju kampus, sore seeh, tapi
Parkiran Hukum penuh, aku melaju menuju Parkiran Teknik…
3 orang mahasiswa berjaket “elektro” bersenda gurau…tertawa lepas…
Aku tertohok…iri…kenapa? di saat ada kegalauan, kenapa ada yang tertawa
tanpa beban?
Genangan air hujan di samping mereka…gas kuinjak…
Brrr…tiga mahasiswa basah kuyup…
Aku tertawa antara puas dan mengutuk diri…
Sukses parkir di Teknik, aku melenggang…
Tiga mahasiswa bersungut2, kuhampiri, tersenyum tengil…
“Basah yah Mas? Ato belum mandi neeh? Mandi gih sonoh…ntar teknik bau
kambing lagih…”
“Jancuk…M**** A**** Bla bla bla…”
Sejuta makian tumpah ruah… aku melenggang dengan puas…
(Tetra apa yang kau mau? Musuh?)
Kuliah masih bengong, kuakui aku memang dong-dong…
Selesai kuliah, kembali ke Parkiran Teknik…
Whats??? Myz penuh dengan tanah…aku memaki dalam hati…sesungging senyum
jahanam hinggap di bibir, aku tertawa, tak tahu apa yang lucu, yang kutahu klo
aku marah maka mereka berhasil…
Aku tahu mereka ada di dekat sana…
Aku pun berteriak (nggak keras seeh, cuman yakin mereka mendengarnya),
“Ayam semua nih, pengecut, otak ditaruh di dengkul kalee, klo berani sinih
perkosa gw”
Seharusnya, seharusnya, ayam itu aku, pengecut itu aku, yah seharusnya…
Jahanam itu aku, tengil itu aku…
Menarik nafas pelan…aku kembali ke pangkuan damai ujung kersen 149…
———————
“Resah ini, kemana akan kuadukan…
Aku pun sendiri dalam pelukan damai sebuah suara…
Satria, jangan tinggalkan aku! Jangan pernah berpikir
untuk meninggalkanku…
Satria belah dadaku, aku cinta kau sampai mati (dari
lagunya Dewa ‘Dewi Belahlah dadaku, aku cinta kau sampai mati’)
Cintaiku dengan segala hasrat yang kau punya…
Biar aku jahanam…nikmati aku dengan kebiadaban yang ku
punya…
Jangan tinggalkan aku Satria, hanya karena ke-jahanam-an
ku membuatmu terjatuh dan terluka…
Jangan biarkan aku terluka sendirian…
(Ah bidadari egois…)”
April 4th, 2007 at 12:04 pm
Definisi yang pantesss buat tra bukan Jahanam, tapi Rebell….
Lo punya gaya rock n roll (maksudna pake rok tapi suka jumpalitan, moshing n head bank)
kwereeen lah orang2 hukum memang Jahaanam Smua
whuahahahahaha WASPADALAH !!!
April 4th, 2007 at 8:24 pm
Aku tuh tiap kali baca blog kamu bikin kangen sama Malang tau gak? especially sama UB-nya. Pengeeeeen banget ngulangin jaman kuliah dulu. Suasananya, lingkungannya, temen-temennya, suka-dukanya (sayangnya belum ada kamu jamanku dulu ya…….:). Mungkinkah itu terjadi?
April 5th, 2007 at 4:36 am
aihhh aihhh lope u to lah heheheheh
April 6th, 2007 at 6:00 am
yah aa cabun…:-* sambil jumpalitan bisa cun gak? cun ci anak onyet? :-??
April 16th, 2007 at 8:43 pm
naha jahanam teh jadi tetra???
teu salah itu mah????