TRILOGI JAHANAM: PANGERAN, SATRIA, DAN BIDADARI JAHANAM…
PART 1 (TOKOH-TOKOH)
Tentang Pangeran…
Seorang pangeran yang hatinya terbuat dari batu, keras tak terpecahkan…
Seorang pangeran yang senang mengembara dari satu rimba malam ke rimba malam yang lain…
Seorang pangeran yang senang berburu bunga yang baru merekah untuk dicicipi…
Seorang pangeran yang tak percaya kasih sayang, hanya tahu materi dan transaksi asmara…
Seorang pangeran yang kesepian diamuk badai nafsu…
Seorang pangeran dengan sejuta pesona, sehingga ia tak perlu jadi pemerkosa hanya untuk mengisap madu perawan…
Seorang pangeran yang diciptakan menjadi ‘jahanam’, karena menabur banyak benih di setiap rahim…
Tentang Satria
Seorang satria yang punya cinta sejati untuk seorang wanita…
Seorang satria penuh penyesalan ditinggal sang kekasih tanpa pesan, tanpa maaf…
Seorang satria putus asa ditinggal dengan sepotong cincin pengikat di jari…
Seorang satria kesepian tanpa sentuhan nyata sang pecinta…
Seorang satria memilih berbagi cinta di dunia ilusi…
Seorang satria memilih menjadi bajingan dengan membuang kekasih lamanya…
Seorang satria menjadi ‘jahanam’ karena memilih terluka dengan melukai…
Tentang Bidadari
Seorang bidadari dilahirkan dalam sunyi, tumbuh dengan sejuta tanya, hidup dengan lara sepi dan luka…
Seorang bidadari mendeskripsikan cinta dengan getaran hati yang tanpa alasan…
Seorang bidadari yang memilih memasang perangkap dan meninggalkan korban berdarah2…
Seorang bidadari penabur kebencian di setiap wanita pemilik kumbang mempesona…
Seorang bidadari dicintai 1000 laki2, tapi ketika ia mencintai ia harus terjatuh…
Seorang bidadari di cap ‘jahanam’ oleh 1000 laki2 dan 1000 wanita korban dari cintanya yang menyakitkan…
——————————————————-
Pangeran Jahanam, Satria Jahanam, Bidadari Jahanam bertemu dalam satu trilogi …
Pangeran mencintai bidadari, bidadari mencintai satria, satria mencintai bidadari (?)
(To Be Continued)
—————————————————–
March 25th, 2007 at 10:40 am
Kali ini tama yang kasih comment pertama buat postingan tra nich,Bagus juga tuh postingannya,tapi emang itulah kehidupan tra, kalau baik semuanya kan nggak seru ;))
March 25th, 2007 at 11:42 am
hatur nuhun aa tama…
posting di blog ini semua based on the story, jadi sama siapa aja tolong jangan tanya2 “ituh elo yah tra?”
March 25th, 2007 at 11:44 am
oh iyah lupa…sok ngaku saha pangeran, saha satria, saha bidadari,=)) tapi kayakna gak ada yang ngaku pangeran deeh…jangan sampai deh, blog inih ketahuan, alamat perang dunia ke3…hau ha ha segitunya =))
antosan bae nya posting selanjutnya…
March 25th, 2007 at 2:26 pm
kalo menurut sayah mah dalam kasus seperti ini yang harus di salahkan adalah si satria,kenapa?? karena mengapa dia hadir disaat sang pangeran sedang bersama bidadari saling memadu kasih.Memang jika orang jatuh cinta tanpa menggunakan logika.Hmm… jangan kau tanyakan apakah satria itu mencintaimu, tanyakan pada dirimu apakah dirimu benar² tulus mencintai sang satria???
March 26th, 2007 at 7:51 am
“dirimu” teh saha atuh nya?
yuk taros yuk ka bidadari???
waaa bidadari bilang di posting selanjutnya aja cay! =))
March 26th, 2007 at 2:36 pm
Akulah pangeran bertopeng….alias satria baja hideung………. wkwkwkwkwkwkwkw
Boga lakon nya sinchan theaaa