LUKANYA CINTA MENYAKITKAN…
17 Februari 2007
Duh kebahagian, kapan kau menyapa dengan tulus?
Mengapa kau datang sekejap hanya untuk menipu?
15.00 WIB
Senyum yang sama
kujumpai di sudut sepi sebuah bandara kecil,
Kuhampiri
pemiliknya dengan sedikit menahan diri,
Hati bersenandung
“kekasih, tahukah rindu ini telah membuatku lupa akan daratan akhirat?”
Senyum termanis
kupersembahkan untuknya…seorang pangeran nakal yang mulutnya selalu bungkam
dari kata cinta,
Dia kembali
tersenyum…duh lutut rasanya rag-rag murag…
“ngebut ya? Kok
cepet?”
“nggak kok,
kebetulan aja gak macet”
“oh kirain ngebut, pengen cepet2 ketemu gw”
”wew…GR…gak inget2 tuh”
”masa seh?”
matanya menyelidik, aku tersipu…
duh cinta, tinggallah lama di hatiku…
20:00 WIB (kira2 gto)
”Uhhh bau ada yang belon mandi neeh” (menutup hidung)
”apaan seeh? Kan nunggu dimandiin”
”hah? Berarti sebulan gak mandi yah? Pantes bau kamarnya gak karuan”
Senandung dalam hatiku ”rela aku tidak menyentuh air seumur hidup asal kau disampingku”
(he he he hiperbol dikit…)
21:00 WIB
”La, boleh tanya gak?”
”sok tanya apa?”
Plisss tanya apakah aku mencintaimu? Akan kujawab ”sangat….”
”Mumi siapa sih?”
Bumi selamatkan aku, tolong kubur
aku sekarang, langit runtuhlah, biar kuterbenam dalam awan2 hitammu, angin
tolong bertiuplah, hempaskan aku dengan badaimu…
Sebuah sosok tiba2 sangat
kurindukan, terutama teriakannya ”LALA JANGAN NANGIS” (dalam bahasa sunda nu
pangkasarna)
”mumi? Selingkuhanku…kenapa emangnya?”
Polos aku menjawab…
Apakah aku bermimpi, sejenak kulihat wajah terkejut, ehmm mungkin aku
melihat wajah yang terbakar?
Tapi hanya tawa yang kudengar,,,
Aku terhenyak, sakitttttttt,,, perihhhhhh,,,
Lupakan pangeranmu, dia tak pernah punya hati untuk menyayangi,
Sungai di mataku meluap, aku merintih kesakitan,,,
Dia terkejut,
”lo serius selingkuh emangnya?”
Jangan tanya itu brengsek, hentikan tangisku!!!
Sakitku tambah perih, aku merintih tak tertahan lagi, sungai di mataku
jebol, airnya mengalir tanpa henti, tak ada teriakan minta tolong, hanya
gemuruh air…
”Emangnya lo ngapain sih sama dia?”
Ada luka tergores, oh cintaku terluka lagi, menyakitkan…
Tak ada jawaban, tak ada kata lagi, hanya gemuruh air deras…
Cukup untuk dia mengerti bahwa aku telah melakukan hal yang sama seperti
yang pernah dia lakukan padaku…BERHIANAT!!!
Tanganku direnggut, cincinku dilepas, dibuang,,,dia melakukan hal yang sama
pada cincin yang ada di jarinya,,,
”Gak usah dipakai lagi, percuma! Lo tetep b***l!!!”
“YAH SAMA BRENGSEK SEPERTI LO! SADAR GAK SIH? SIAPA YANG BIKIN GW BEGINI?
ELO!!!”
“LO HARUSNYA TAHU APA YANG GW KORBANKAN…
LO MENGERTI DONG…”
“gw gak bisa ngerti…gak bisa”
”YEAH, BCOS OF
U’RE STUPID BOY”
Kurenggut kalung di leherku, kucampakkan di lantai,
”nih buang juga sekalian, percuma lo gak pernah bisa ngerti gw”
———————————————————————–
Aku direnggut,
aku dicumbu,
aku ditinggalkan dalam luka,
AKU KORBAN…
Ah bahagia, ah cinta, KAU PENIPU!!!
Mari Ilusi melayang bersamaku, bersama jiwa yang remuk redam, mari kita
tipu bahagia dengan luka…
February 17th, 2007 at 10:32 pm
seribu kata maaf takkan mempan, kecuali dapat mengembalikan keadaan.
maaf aku tak bisa..
mulai sekarang aku kan membisu dalam kesalahan.
bukan lari dari masalah, tp aku takut salah langkah.
dy tetep mau bantu ko..
sebisa mungkin
itu jg klo masih mau ngobrol