MALMING BERKEPING-KEPING…
Saturday, January 20th, 2007 Malang
Sedang Bercumbu, 20 Januari 2007
Duuhhh gak bisa berkata-kata,
Ngomong apa yah?
Bicaralah sesuatu sayangku?
Gak bisa uy…
Terlalu indah…
Terlalu memabukkan…
Terlalu gila untuk dikenang…
Ah…Terlalu…terlalu…terlalu…
(:”> icon pipi tomat)
Sampai
ketika kutulis ini pun aku masih tersenyum2 layaknya orang gila,
Suatu hari aku pernah berjanji tidak akan lagi
menjadi gila seperti ini tapi setiap orang yang kutemui harus menjadi gila,
Sampai kutemui dia, seorang laki-laki dengan
sejuta petualangan malamnya,
Kutemui dia di pojok pertemuan yang penuh dengan
hujan ludah…
Seseorang mengenalkannya sebagai calon suamiku,
Aku tercengang tak percaya, LELAKI BRENGSEK ITU
akan menjadi suamiku…
Aku berontak…
TIDAK! Suamiku adalah pangeranku,
Pangeran yang rela menyebrangi lautan lumpur dan
berjalan sampai Ujung Timur Pulau Jawa hanya untuk membawa sekuntum mawar
untukku,
BUKAN! Dia bukan pangeranku,
Pangeranku adalah lelaki yang menyelamatkanku dari amukan Rahwana
kehidupan…BUKAN DIA…
Ah…aku bukan Cinderella, bukan Sinta…
Aku hanya Tetra…sang petualang…
Aku hanya Tetra…sang pemabuk…
Aku hanya Tetra yang sedang jatuh cinta…
Jatuh cinta pada malam…”…”
Jatuh cinta pada godaan…”…”
Jatuh cinta pada LELAKI BRENGSEK…
Dia memang brengsek, tapi kuakui dia pangeranku
Karena pernah suatu hari dia menyelamatkanku dari
perang hasrat,
Karena dia rela menyebrangi lumpur dan terbang
sampai Ujung Timur Pulau Jawa hanya untuk merayu dan menaklukanku,
Walau tidak dengan sekuntum mawar, tapi dengan
durinya mawar…
Akhirnya kuterima dia…
Dan akupun siap tersiksa dengan lukanya cinta…
Aaaahhhhh…
Lukai aku kekasih, LUKAI!!!
Tapi tetaplah bersamaku untuk menggores setiap
daging di kulitku…
Bunuh aku kekasih, BUNUH!!!
Tapi kubur aku dengan cumbuanmu…
Siksa aku kekasih, SIKSA!!!
Tapi rangkul aku dengan kehangatanmu…
19:30
(kira-kiralah)
Masih sama seperti pertama kali bertemu:
MENYEBALKAN!
Senyum menyebalkan yang kugilai,
Tatapan nakal yang membuatku ingin berenang di
dalamnya,
Tawa mengejek yang membuatku ingin membunuhnya,
Wajah menggoda yang membuatku ingin mencakarnya,
Kata-kata sinis yang membuatku gemas setengah
mati,
Oh…indahnya jatuh cinta…
Indahnya cinta membuat gila…
Aku tidak akan pernah mau menghapus bibirnya dari
bibirku,
TAK AKAN!!!
Aku tidak akan pernah mau menukar tatapannya dengan
tatapan siapapun,
TAK AKAN!!!
Aku tidak akan pernah mau membuang senyumnya dari
mataku,
TAK AKAN!!!
Aku tidak akan pernah mau menjual setiap kerling
matanya pada siapapun,
TAK AKAN!!!
AKU PUN TAK AKAN PERNAH MAU MENGGADAIKAN KENANGAN
JAHANAM ITU PADA SIAPAPUN…
Tragisnya…Aku masih tak bisa bilang padanya
betapa aku mencintainya dan siap terluka sampai berkeping-keping seperti ketika
Malang sedang bercumbu malam ini…
Kekasih…Ijinkan aku mencumbumu dengan cinta…!!!
Kekasih…Kecuplah aku dengan rindu…!!!
Tolong angin sampaikan padanya…lewat pos, lewat
sms, lewat telpon gelap, atau lewat email…lewat apapun yang kau bisa…
AKU MENCINTAIMU!!!
——————————————————————–
